PESISIR SELATAN – Aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menggunakan jerigen dan kendaraan pelansir di SPBU 142.561.05 Simpang Lagan, Nagari Punggasan Utara, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kembali menuai sorotan dari berbagai pihak.
Sejumlah pengendara mengeluhkan antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat yang kerap terjadi akibat aktivitas pelangsiran BBM yang diduga berlangsung secara leluasa di lokasi tersebut.
Bahkan, mobil-mobil yang diduga digunakan sebagai kendaraan pelansir disebut mendominasi antrean pengisian BBM subsidi, sehingga memicu kemacetan dan menghambat pengendara lain yang hendak membeli bahan bakar.
“Sekarang mobil pelansir terkesan bebas mengisi BBM. Kami pengendara biasa harus antre panjang,” ungkap salah seorang pengendara yang enggan disebutkan namanya, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait fungsi pengawasan dan pengamanan di SPBU dalam menertibkan aktivitas pengisian BBM bersubsidi.
“Apakah aturan pengisian BBM subsidi sudah tidak berlaku lagi di SPBU ini,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan lemahnya pengawasan dari pihak terkait terhadap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi yang dilakukan oleh oknum tertentu.
Selain itu dia berharap ada tindakan tegas dari pihak pengelola SPBU maupun aparat pengawas guna mencegah kelangkaan BBM subsidi di tengah pengguna yang benar-benar membutuhkan.
Sorotan terhadap aktivitas pelangsiran BBM di SPBU Simpang Lagan semakin menguat setelah sebelumnya terjadi insiden kebakaran sebuah mini bus yang diduga digunakan untuk melansir BBM subsidi pada Senin (4/5/2026) lalu sekitar pukul 04.30 WIB menjelang subuh.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada kendaraan sehingga menimbulkan percikan api yang kemudian menyambar BBM yang dibawa di dalam mobil.
Akibat kejadian tersebut, seorang pria bernama Yumadrizen (42) pemilik mobil, warga Rantau Batu Ambacang, Kenagarian Padang XI Punggasan, mengalami luka bakar serius dan sempat dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun beberapa hari setelah kejadian, korban dikabarkan meninggal dunia akibat luka bakar yang dideritanya.
Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian publik karena diduga berkaitan dengan aktivitas pelangsiran BBM subsidi di wilayah tersebut.
Sejumlah pengamat sosial dan pemerhati publik meminta aparat penegak hukum, Pertamina serta instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait mengenai dugaan maraknya aktivitas pelangsiran BBM subsidi di SPBU Simpang Lagan tersebut. (Tim)












