Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMANASIONALTERBARU

Mahyeldi dan Menteri LH Canangkan Gerakan Tobat Ekologis di Sumbar

3
×

Mahyeldi dan Menteri LH Canangkan Gerakan Tobat Ekologis di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Mahyeldi bersama Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mencanangkan Gerakan Tobat Ekologis di Politeknik Pelayaran Sumatera Barat.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Moh Jumhur Hidayat melakukan penanaman pohon usai mencanangkan Gerakan Tobat Ekologis di Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (14/7/2026).

SUMBAR, RELASI PUBLIK – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia mencanangkan Gerakan Tobat Ekologis sebagai langkah nyata memperkuat pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana hidrometeorologi.

Pencanangan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Moh Jumhur Hidayat, di Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penanaman pohon serta peninjauan inovasi Humanist, Smart, Sustainable, Eco-Friendly Campus (HSSEC) Green Campus, yang menampilkan berbagai inovasi pengelolaan lingkungan, termasuk pengolahan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular.

Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan global sehingga dibutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.

“Pemerintah menginisiasi Gerakan Tobat Ekologis Nasional sebagai gerakan bersama memperbaiki kerusakan lingkungan. Gerakan ini bukan hanya berupa ajakan moral, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata seperti rehabilitasi lahan kritis, pengelolaan sampah, pengembangan ekonomi sirkular, perdagangan karbon, hingga penciptaan lapangan kerja hijau atau green jobs,” ujar Jumhur.

Ia mengajak seluruh pihak mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing dalam menjaga lingkungan.

“Yang memiliki kewenangan gunakan kewenangannya, yang memiliki ilmu gunakan ilmunya, dan yang memiliki pengaruh gunakan pengaruhnya untuk menyelamatkan lingkungan. Dengan kolaborasi, Indonesia dapat menjadi contoh dunia dalam pengelolaan lingkungan hidup,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan Gerakan Tobat Ekologis sangat relevan diterapkan di Sumatera Barat yang dalam beberapa tahun terakhir kerap dilanda bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

Menurut Mahyeldi, pengalaman menghadapi berbagai bencana menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

“Gerakan Tobat Ekologis mengajak kita melakukan perubahan nyata dalam memperlakukan lingkungan. Ketika alam dijaga, maka kita juga sedang melindungi kehidupan masyarakat dan generasi yang akan datang,” katanya.

Mahyeldi mengungkapkan, Pemprov Sumbar secara bertahap telah menerapkan kebijakan pengelolaan sampah dari sumbernya pada seluruh kantor pemerintahan provinsi dan sekolah yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir sekaligus membangun budaya masyarakat yang peduli terhadap lingkungan.

Pada kesempatan itu, Mahyeldi juga memberikan apresiasi kepada Politeknik Pelayaran Sumatera Barat yang berhasil mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis inovasi.

Berbagai jenis sampah organik diolah menjadi maggot bernilai ekonomi, pupuk organik, hingga cairan pengendali hama yang dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian.

“Pengelolaan sampah yang dilakukan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat membuktikan bahwa sampah dapat menjadi sumber manfaat apabila dikelola dengan inovasi yang tepat. Model seperti ini layak diterapkan di berbagai institusi pendidikan maupun perkantoran di Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.

Selain itu, Gubernur juga mengapresiasi keberhasilan Politeknik Pelayaran Sumbar dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas yang banyak terserap di dunia kerja bahkan sebelum lulus pendidikan.

Menurutnya, Pemprov Sumbar siap mendukung peningkatan akses putra-putri daerah untuk melanjutkan pendidikan di institusi tersebut.

Dalam kegiatan itu juga diserahkan bantuan Program Ketahanan Pangan Nasional hasil kolaborasi Politeknik Pelayaran Sumbar bersama PT PLN UID Sumbar berupa 5.000 bibit kelapa yang akan disalurkan setiap tiga bulan.

Selain itu, PT Semen Padang menyerahkan bantuan 3.300 bibit mangrove sebagai bagian dari upaya rehabilitasi kawasan pesisir sekaligus memperkuat ekosistem lingkungan.

Melalui Gerakan Tobat Ekologis, Pemprov Sumbar berharap lahir gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi timbulan sampah, serta memperkuat ketahanan daerah menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi menuju Indonesia Emas 2045.

(adpsb/rmz/bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *