Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMATERBARU

Tokoh-Tokoh Sumatera Barat Suarakan Daerah Istimewa Minangkabau Dan Penguatan Hukum Adat Dalam Forum Internasional

4
×

Tokoh-Tokoh Sumatera Barat Suarakan Daerah Istimewa Minangkabau Dan Penguatan Hukum Adat Dalam Forum Internasional

Sebarkan artikel ini

Jakarta — Wacana pembentukan DIM (Daerah Istimewa Minangkabau) kembali mengemuka dalam sebuah forum penting yaitu Minang Diaspora Network Global yang dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah, akademisi, ninik mamak, tokoh adat, dan masyarakat di Sumatera Barat. Sabtu, 23 Mei 2026.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sejumlah pidato dari pejabat dan tokoh masyarakat menyoroti pentingnya penguatan adat Minangkabau, hukum syariah, serta nilai ABS-SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah) sebagai dasar kehidupan masyarakat Minang.

Menurut informasi yang dihimpun dari peserta kegiatan, acara berlangsung penuh khidmat dan dihadiri Ketua DPRD Sumatera Barat, Sekjen Kementerian Luar Negeri, Gubernur Sumatera Barat, Rektor Universitas Andalas, serta unsur LKAAM dan tokoh masyarakat lainnya.

Dalam pidatonya, Gubernur Sumatera Barat menekankan pentingnya menjaga marwah budaya Minangkabau di tengah tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang semakin cepat. ” Sumatera Barat harus tetap menjadi benteng adat dan syariat yang hidup berdampingan secara harmonis.” Ucapnya.

Pantauan tim media ini, Sekjend Kemlu Deni Abdi juga menyampaikan bahwa akan membawa Investor ke Sumbar. Kemudian, Dilanjutkan oleh Ketua DPRD Sumbar Drs.H.Muhidi yang mengajak para tokoh memperkuat ABS SBK dan menghidupkan pariwisata budaya di Sumbar.

Sementara, Rektor Universitas Andalas dalam sambutannya mengingatkan pentingnya peran generasi muda dan dunia pendidikan dalam menjaga identitas Minangkabau.

” Adat dan budaya tidak boleh hanya menjadi simbol seremonial, tetapi harus menjadi kekuatan moral dan intelektual dalam pembangunan daerah.”ungkapnya..

Ketua LKAAM juga menyampaikan bahwa penerapan hukum adat di Sumatera Barat harus diperkuat sebagai bagian dari jati diri masyarakat Minangkabau. Ia menilai nilai-nilai adat yang diwariskan para leluhur masih sangat relevan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Saat bertemu Sekjend BP2DIM,ketua Lkaam menyampaikan bahwa untuk mewujudkan DIM (Daerah Istimewa Minangkabau ) kita masyarakat Minang diranah dan rantau harus kompak bersama dalam usaha mewujudkan DIM.

” Sebagai contoh yang akan diterapkan adalah menghukum pelaku LGBT dengan hukuman di umumkan di masjid2 Nama pelaku selama sebulan dan disebutkan nama orang tuanya,gelar datuknya agar ada efect jera dan yang melakukan perzinahan terutama yang sudah berkeluarga akan dihukum Rajam dan penerapan hukum adat lainnya yg dinilai relevan dilakukan,” Tegasnya.

Di tengah forum tersebut, tokoh masyarakat Buya Abu Taqy Mayestino atau yang dikenal sebagai Buya ATM yang juga sering berdakwah ke Sumbar yg juga merupakan pengurus ormas Daram ( Da’i Rantau Minang) & ormas Mci / Masyarakat Cinta Islam turut menyuarakan pentingnya perjuangan Daerah Istimewa Minangkabau dan penguatan Perda Syariah di Sumatera Barat.

Menurutnya, konsep DIM menjadi jalan strategis untuk menjaga kekhususan adat, budaya, serta sistem sosial masyarakat Minang yang selama ini dikenal kuat memegang prinsip ABS-SBK.

“Semua persoalan seharusnya bisa cepat selesai jika ada DIM dan Perda Syariah yang kuat,”dikarenakan ABS SBK sudah menjadi Hukum Positiv di NKRI,”Imbuhnya.

Meski demikian, beberapa peserta juga menilai bahwa dari awal hingga akhir kegiatan belum banyak pihak yang secara tegas menyinggung penguatan syariah secara langsung dalam forum resmi tersebut.

Namun aspirasi mengenai pentingnya menjaga adat dan syariat tetap menjadi pembicaraan hangat di kalangan peserta. Suasana forum berlangsung dalam semangat mufakat dan persatuan. Para tokoh yang hadir sepakat bahwa Minangkabau memiliki kekayaan adat dan filosofi yang harus dijaga bersama demi masa depan generasi mendatang.

Wacana DIM sendiri dinilai sebagian kalangan sebagai bentuk perjuangan konstitusional untuk memperkuat identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat Minangkabau dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan semakin banyaknya tokoh yang menyuarakan penguatan adat, hukum syariah, dan nilai budaya Minangkabau, masyarakat berharap lahir langkah konkret dan dialog yang lebih luas agar aspirasi tersebut dapat dibahas secara bijaksana melalui jalur demokrasi dan dilanjutkan dengan acara internasional musyawarah besar ( Mubes ) tungku nan tigo Sajarangan bersama pemerintah daerah dan DPRD Sumatera Barat .

Nampak hadir juga dalam acara ini beberapa tokoh Bp2dim seperti Ketua Pembina Dr Iramady Irdja,Pembina lainnya yang hadir Dr.Taswem Tarib,Dr Elfa Hendri Mukhlis.M.A,Sekjend Anton Pratama,Bendum Dr Nielas,pengurus lainnya Adil,Arizano,Iswan ,Ridwan dll. (@Djamuir.Tanjung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *