sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 dengan menggelar upacara di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Jumat (3/7/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya membangun keluarga yang tangguh sebagai fondasi utama menciptakan generasi unggul di tengah derasnya tantangan zaman.
Bupati Tanah Datar Eka Putra bertindak sebagai inspektur upacara yang diikuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat. Hadir pula Wakil Bupati Ahmad Fadly, Ketua DPRD Anton Yondra, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Ny. Lise Eka Putra, Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, pimpinan OPD, camat, wali nagari, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Eka Putra membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN yang menegaskan bahwa Hari Keluarga Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama dalam membangun karakter bangsa.
Menurutnya, dunia saat ini menghadapi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) yang ditandai dengan perubahan sangat cepat, ketidakpastian, serta tantangan sosial yang semakin kompleks. Dalam situasi tersebut, keluarga menjadi garda terdepan dalam membentuk sumber daya manusia yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkarakter.
“Keluarga yang tangguh bukan lagi menjadi pilihan, tetapi merupakan kebutuhan mendesak bagi bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan masa depan,” ujar Eka Putra saat membacakan sambutan Menteri.
Ia menyampaikan, Indonesia saat ini berada pada momentum bonus demografi yang menjadi peluang besar menuju negara maju. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila didukung oleh keluarga yang mampu melahirkan generasi berkualitas.
Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan tiga pilar utama pembangunan keluarga, yakni percepatan penurunan stunting dan pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pendidikan karakter di lingkungan keluarga, serta penguatan kesehatan mental anak agar mampu menghadapi tantangan di era digital.
Selain itu, peran ayah dalam pengasuhan anak juga menjadi perhatian penting. Kehadiran seorang ayah, baik secara fisik maupun emosional, dinilai berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter, kepercayaan diri, dan masa depan anak.
Pemerintah juga mengingatkan para orang tua agar bijak mendampingi penggunaan gawai serta membangun komunikasi yang hangat di lingkungan keluarga. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah berbagai persoalan sosial yang kini semakin mengkhawatirkan, seperti perundungan, tawuran antarpelajar, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas.
Mengakhiri sambutan Menteri, Eka Putra menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur maupun tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas keluarga yang mampu melahirkan generasi sehat, berkarakter, berdaya saing, dan siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Peringatan Harganas ke-33 di Tanah Datar menjadi pengingat bahwa keluarga tetap menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat, sekaligus investasi terbaik untuk mewujudkan generasi emas Indonesia(d13)













