sumbar.relasipublik.com //TANAH DATAR
Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tanah Datar menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI di Gedung GOW Tanah Datar, Senin (6/7/2026).
Forum lima tahunan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah gerak GOW periode 2026–2031.
Mengusung tema “Memperkuat Peran dan Solidaritas Organisasi Wanita untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, Musda diikuti ratusan peserta yang terdiri dari ketua 23 organisasi anggota GOW, pengurus GOW periode 2021–2026 serta perwakilan organisasi yang mendapat mandat.
Selain memilih ketua dan kepengurusan baru, Musda XI juga membahas evaluasi program periode sebelumnya serta menyusun arah kebijakan dan program kerja GOW untuk lima tahun mendatang.
Ketua Panitia Musda XI GOW Tanah Datar, Ny. Ani Abdurrahman Hadi, mengatakan Musda merupakan forum musyawarah tertinggi organisasi di tingkat daerah yang digelar setiap lima tahun.
Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi ruang pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum menyatukan kembali visi seluruh organisasi perempuan yang tergabung dalam GOW.
“Melalui Musda ini diharapkan terjalin silaturahmi yang semakin erat antarorganisasi wanita, meningkatnya kerja sama dalam pembangunan masyarakat, tumbuhnya semangat kebersamaan, sinergi dan kemandirian sosial, serta terlaksananya program kerja GOW sesuai rencana,” ujarnya.
Perempuan Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, S.Psi., menilai Musda XI memiliki arti penting dalam memperkuat posisi organisasi perempuan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, GOW merupakan wadah yang menyatukan berbagai organisasi perempuan dengan latar belakang, karakter dan tujuan yang beragam. Perbedaan tersebut, kata dia, semestinya menjadi kekuatan untuk melahirkan kolaborasi dan program yang lebih luas manfaatnya bagi masyarakat.
“Keberagaman organisasi yang tergabung dalam GOW harus menjadi kekuatan melalui semangat kebersamaan, komunikasi dan kolaborasi dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Ahmad Fadly menegaskan, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga, membentuk karakter generasi muda serta ikut menjawab berbagai persoalan sosial melalui edukasi dan kerja sama lintas sektor.
Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu merangkul seluruh organisasi anggota dan membuka ruang partisipasi seluas-luasnya.
“Kepengurusan baru diharapkan mampu merangkul seluruh organisasi anggota, membuka ruang partisipasi bagi semua pihak, serta melahirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Evaluasi dan Menatap Lima Tahun ke Depan
Ketua GOW Kabupaten Tanah Datar Ny. dr. Dwinanda Emira mengatakan Musda XI menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai program yang telah dilaksanakan selama periode 2021–2026.
Evaluasi tersebut sekaligus menjadi pijakan dalam menyusun langkah strategis menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang selama ini terus membangun sinergi dengan GOW sehingga berbagai program organisasi dapat berjalan.
“Kami berharap GOW menjadi organisasi yang semakin adaptif, inovatif dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah melalui pemberdayaan perempuan,” katanya.
Dwinanda juga mengajak seluruh organisasi anggota untuk memperkuat sinergi dalam mendorong perempuan Tanah Datar agar semakin mandiri, berdaya saing dan mampu menjadi motor penguatan ketahanan keluarga.
Ia mengingatkan peserta Musda untuk mengedepankan semangat musyawarah, mengesampingkan ego sektoral dan menyatukan visi demi kepentingan organisasi.
“Siapa pun yang nantinya terpilih memimpin GOW Kabupaten Tanah Datar periode 2026–2031 merupakan pilihan terbaik organisasi. Karena itu, mari kita dukung bersama demi kemajuan GOW dan pembangunan Kabupaten Tanah Datar,” tegasnya.
GOW sebagai Rumah Besar Perempuan
Penasehat GOW Kabupaten Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, mengajak seluruh organisasi perempuan menjadikan GOW sebagai rumah besar untuk memperkuat kebersamaan, kolaborasi dan semangat saling mendukung.
Menurutnya, setiap organisasi memiliki keunggulan dan karakter masing-masing. Perbedaan tersebut harus dikelola menjadi energi positif untuk melahirkan gagasan dan inovasi.
“Setiap organisasi memiliki keunggulan dan karakter masing-masing sehingga perbedaan yang ada harus menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan dan inovasi, bukan menjadi penghalang dalam bekerja sama,” ujarnya.
Ia menilai berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat membutuhkan keterlibatan aktif organisasi perempuan bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Peran tersebut dapat diwujudkan melalui edukasi, penyuluhan, penguatan ketahanan keluarga serta berbagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Solidaritas perempuan harus terus diperkuat demi memperkokoh ketahanan keluarga, melindungi perempuan dan anak, serta menghadirkan program-program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Perempuan untuk perempuan, karena siapa lagi yang paling memahami dan memperjuangkan perempuan selain sesama perempuan,” pungkasnya.
Musda XI GOW Tanah Datar pun menjadi lebih dari sekadar agenda lima tahunan. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan kembali kekuatan organisasi perempuan, mengevaluasi langkah yang telah ditempuh dan menyiapkan energi baru untuk lima tahun ke depan.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, GOW diharapkan mampu terus hadir sebagai kekuatan sosial yang mendorong pemberdayaan perempuan, memperkuat keluarga dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Tanah Datar. (d13)











