PADANG, RELASI PUBLIK — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Pesisir Selatan, dinamika internal organisasi mulai mencuat di tengah para pengurus dan anggota.
Perbedaan pandangan yang berkembang di tingkat akar rumput tersebut mendapat perhatian dari DPW APKASINDO Sumatera Barat. Untuk menjaga situasi tetap kondusif dan memastikan pelaksanaan Musda berjalan sesuai mekanisme organisasi, DPW APKASINDO Sumbar memberikan klarifikasi terkait sejumlah isu yang berkembang, khususnya menyangkut legalitas dan proses persiapan Musda.
Ketua DPW APKASINDO Sumbar, Jufri Nur, mengatakan klarifikasi tersebut penting dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah anggota maupun masyarakat, khususnya para petani kelapa sawit di Kabupaten Pesisir Selatan.
Menurut Jufri, seluruh tahapan yang telah dilakukan DPW, mulai dari evaluasi terhadap Pelaksana Tugas (Plt) DPD hingga penerbitan Surat Mandat kepada panitia pelaksana Musda, telah dilakukan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta kewenangan organisasi.
“Kami ingin meluruskan persepsi publik. Semua proses, mulai dari evaluasi Plt DPD hingga penerbitan Surat Mandat untuk panitia, kami lakukan berdasarkan AD/ART dan kewenangan konstitusional kami. Tidak ada yang cacat hukum,” tegas Jufri Nur di Padang, Senin (31/8/2026).
Jufri juga memberikan penjelasan mengenai keberadaan tim penerima mandat yang terdiri dari Gestafson, S.H., Agustian, S.P., Amrizal Caniago, Afrizal Kirun, dan Epi Syofian, S.H., M.M.
Ia menegaskan, kelima orang tersebut memiliki tugas sebagai panitia pelaksana atau organizing committee yang bertanggung jawab mempersiapkan dan memfasilitasi kebutuhan teknis pelaksanaan Musda.
Dengan demikian, menurut Jufri, keberadaan tim tersebut tidak dapat dimaknai sebagai pihak yang memiliki kewenangan menentukan siapa yang akan menjadi Ketua DPD APKASINDO Pesisir Selatan maupun susunan kepengurusan yang baru.
“Poin penting yang harus dipahami, tim penerima mandat ini bertugas memfasilitasi teknis pelaksanaan Musda. Mereka bukan pihak yang menentukan pengurus baru,” jelasnya.
Terkait munculnya isu mengenai nama-nama yang disebut-sebut sebagai calon Ketua DPD APKASINDO Pesisir Selatan, Jufri menegaskan bahwa berbagai wacana maupun aspirasi yang berkembang sebelum Musda tidak dapat dijadikan sebagai keputusan organisasi.
Menurutnya, penentuan Ketua DPD beserta jajaran kepengurusan merupakan kewenangan forum Musda dan ditentukan berdasarkan mekanisme serta hak suara peserta yang memiliki legitimasi dalam forum tersebut.
“Isu tentang penunjukan calon ketua adalah wacana yang tidak mengikat. Penentuan Ketua DPD dan jajarannya murni hak suara peserta forum. DPW bersikap netral dan tidak memihak siapapun,” tegas Jufri.
Ia menambahkan, DPW APKASINDO Sumbar tidak ingin proses Musda justru diwarnai konflik internal yang dapat mengganggu soliditas organisasi petani sawit di Kabupaten Pesisir Selatan.
Karena itu, seluruh pihak diharapkan mengedepankan semangat musyawarah, menghormati AD/ART serta memberikan ruang kepada peserta Musda untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi secara demokratis.
Sementara itu, DPW APKASINDO Sumbar juga mengapresiasi penetapan Gedung Pertemuan KSU Taqwa, Airpura, sebagai lokasi pelaksanaan Musda DPD APKASINDO Pesisir Selatan.
Menurut Jufri, lokasi tersebut dinilai cukup strategis karena berada di kawasan yang dapat menjadi titik tengah bagi perwakilan petani sawit dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan.
Pemilihan lokasi yang representatif, katanya, diharapkan dapat memudahkan kehadiran para peserta sekaligus menciptakan suasana Musda yang nyaman dan kondusif.
Lebih jauh, Jufri mengajak seluruh elemen petani kelapa sawit di Pesisir Selatan untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Ia meminta seluruh aspirasi disampaikan melalui mekanisme organisasi dan forum Musda, sehingga setiap perbedaan pandangan dapat diselesaikan secara demokratis.
“Kami mengajak seluruh elemen petani sawit di Pessel untuk tetap tenang dan menyalurkan aspirasi secara bijak dalam forum Musda. Siapa pun ketua yang terpilih secara demokratis, mari kita dukung bersama demi kemajuan organisasi dan peningkatan kesejahteraan petani sawit,” pungkas Jufri Nur. (Anto)













