Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Bupati Shalahuddin: Kaji Tiru ke Gunungkidul Bukan Meniru, Tapi Cari Solusi untuk Barito Utara

8
×

Bupati Shalahuddin: Kaji Tiru ke Gunungkidul Bukan Meniru, Tapi Cari Solusi untuk Barito Utara

Sebarkan artikel ini
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin ST.

GUNUNGKIDUL, RELASI PUBLIK – Memasuki hari kedua, Pemerintah Kabupaten Barito Utara melanjutkan kunjungan kerja kaji tiru ke Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Rabu 5 Agustus 2026.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Barito Utara H. Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Soenadi Y. Tingan, Sekda Muhlis, jajaran Kepala SKPD, tokoh agama, dan undangan terkait disambut hangat oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih beserta jajaran di Bumi Handayani tersebut.

Belajar, Bukan Sekadar Meniru
Dalam sambutannya, Bupati Shalahuddin menyampaikan apresiasi atas sambutan penuh kehangatan dari Pemkab Gunungkidul.

Ia menegaskan, tujuan kaji tiru ini bukan untuk meniru mentah-mentah, melainkan untuk mengambil pelajaran dan menyesuaikannya dengan kebutuhan Barito Utara.

“Hasil kaji tiru ini tidak semata-mata untuk meniru secara utuh, melainkan menjadi bahan pembelajaran yang akan kami sesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, dan kemampuan Pemerintah Kabupaten Barito Utara,” ungkap H. Shalahuddin.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyambut baik kedatangan rombongan. Ia bahkan menyoroti keunikan rombongan Barito Utara yang selalu didampingi oleh Ketua MUI Kabupaten Barito Utara dalam setiap kunjungan kerja.

Dalam paparannya, Bupati Endah membagikan sejumlah kebijakan lokal unggulan Gunungkidul untuk mendukung ekonomi kerakyatan dan kelestarian lingkungan:

1. Prioritaskan Pangan Lokal: Melarang penyajian makanan dan minuman berbahan dasar gandum seperti roti dalam kegiatan resmi. Diganti olahan singkong, ubi, jagung, porang, kacang, hingga hasil laut.
2. Buah Lokal Wajib: Tidak mengizinkan buah impor dalam jamuan resmi. Diganti buah lokal seperti pisang raja, sawo, dan jambu.
3. Ramah Lingkungan: Mengganti karangan bunga berbahan styrofoam dengan tanaman hidup atau sayur-sayuran.

Melalui forum strategis ini, kedua pemerintah daerah sepakat untuk saling bertukar pengalaman di berbagai sektor penting. Mulai dari pengelolaan infrastruktur, pengawasan berbasis digital, pemberdayaan UMKM, tata kelola pendidikan, hingga strategi penanggulangan kemiskinan ekstrem dan percepatan penurunan stunting.

Kunjungan kaji tiru ini diharapkan mampu mempererat tali persaudaraan antardaerah, memperkuat semangat nasionalisme, serta melahirkan terobosan baru yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. (sumber kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *