Sumenep, Molornya beberapa jam keberangkatan kapal perintis Sabuk Nusantara 91 menuju Sapeken sangat di sesalkan dan di keluhkan oleh para penumpang. Kapal gagal berangkat tepat waktu karena beberapa faktor antaranya adalah lambanya bongkar muat barang di pelabuhan batu guluk Kangean dan ini di nilai jadi pemicu keberangkatan kapal tidak tepat waktu.
Hal tersebut memantik perhatian serius banyak pihak, dan percakapan di ruang media sosial WhatsApp grup Seputar kepulauan Sumenep. dan hal ini melahirkan berbagai macam ragam tanggapan dan pendapat. salah satunya adalah oleh ketua koordinator island coruption wath (ICW ) H. Daeng Sultan dan Pemerhati kebijakan publik Roval alanov.
Menurutnya, kalau keberangkatan kapal sesuai jadwal maka tidak akan memakan banyak waktu di pelabuhan guluk, pihaknya menyarankan agar pihak otoritas bongkar muat barang di pelabuhan batu guluk bekerja lebih sistematis dan menambah personil serta menerapkan sistem hemat waktu bagi pengelola bongkar muat barang.
dengan opsi muatan yang di bongkar di tampung di area pelabuhan sebagai upaya tidak menghambat keberangkatan kapal ke destinasi berikutnya.
” Kami meminta perhatian serius terhadap pengelola dan pihak otoritas pelabuhan batu guluk agar keberangkatan kapal bisa tepat waktu, sebab penumpang akan mengalami kelambatan sampan taksi menuju pulau lainnya di kecamatan Sapeken”.ujar daeng haji sultan. Minggu (20/9/26)
Pihaknya juga sangat memahami kondisi orang kepulauan kecamatan Sapeken karena mereka akan menyebrang lagi ke pulau lainnya. kalau faktor keterlambatan kapal dari pelabuhan batu guluk ke Sapeken maka penumpang akan terkendala dan terpaksa menginap dan akhirnya akan memakan kost lebih tinggi di Sapeken.
Menurut salah satu penumpang, pihaknya menunggu hampir dua jam di pelabuhan batu guluk dan bimbang sampai di Sapeken ketinggalan sampan taksi untuk menyebrang ke pulau lainnya.
Hal ini di harapkan menjadi perhatian serius bagi pihak DISHUB khususnya otoritas pelabuhan batu guluk agar keberangkatan kapal bisa tepat waktu dengan pertimbangan kondisi yakni kecepatan angin dan gelombang. dan dengan tidak membiarkan penumpang berlama lama di daerah transit dan bisa menghambat kepentingan atau transaksi lain.
( Mag)













