Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

HUT ke-81 Pasaman, Direktur RSUD Tuanku Imam Bonjol Ajak Perkuat Kebersamaan

9
×

HUT ke-81 Pasaman, Direktur RSUD Tuanku Imam Bonjol Ajak Perkuat Kebersamaan

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping, dr. Hamdi, Sp.A.

PASAMAN, RELASI PUBLIK – Peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Pasaman yang akan digelar tahun ini diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.

Harapan tersebut disampaikan Direktur RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping, dr. Hamdi, Sp.A., saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/9/2026).

“Tantangan ke depan diyakini dan dipastikan akan semakin berat. Cara untuk menjawab semua itu adalah dengan meningkatkan kebersamaan,” ujar Hamdi.

Menurutnya, semangat kebersamaan perlu terus dipelihara dan diperkuat, baik di antara sesama aparatur pemerintah maupun antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat.

Ia menilai, kebersamaan merupakan salah satu modal penting yang selama ini menjadi kekuatan dalam membangun Kabupaten Pasaman.

“Bukankah selama ini yang menjadi modal berharga dalam membangun daerah adalah kebersamaan yang kuat di antara semua unsur yang ada di daerah ini,” katanya.

Hamdi juga berharap momentum Hari Jadi ke-81 Kabupaten Pasaman dapat semakin menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian masyarakat terhadap daerah. Menurutnya, kecintaan terhadap daerah harus tumbuh dengan kesadaran untuk bersama-sama menjaga dan membangun Pasaman, dengan segala kelebihan maupun kekurangannya.

Momentum Meningkatkan Pelayanan

Dalam konteks RSUD Tuanku Imam Bonjol yang dipimpinnya, Hamdi menegaskan bahwa momentum Hari Jadi Pasaman juga menjadi kesempatan untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Sebagai badan publik, keberadaan dan kemajuan RSUD ini sangat ditentukan oleh sejauh mana kita mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, lanjut Hamdi, peningkatan mutu pelayanan tidak cukup hanya dilakukan melalui evaluasi internal, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat sebagai penerima layanan.

Salah satu upaya yang dilakukan RSUD Tuanku Imam Bonjol adalah membuka ruang pengaduan bagi masyarakat melalui kotak pengaduan.

Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan kritik, saran, maupun masukan terkait berbagai aspek pelayanan rumah sakit.

“Insya Allah, setiap kritik, saran dan masukan yang masuk akan kita tampung, kita verifikasi, kemudian kita tindak lanjuti sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Hamdi menambahkan, kritik dan masukan dari masyarakat bukan semata-mata dipandang sebagai keluhan, tetapi juga sebagai bahan evaluasi bagi rumah sakit untuk terus berbenah.

“Harapan kita, RSUD Tuanku Imam Bonjol ke depan semakin mampu memberikan pelayanan yang aman, bermutu, ramah dan berorientasi kepada kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

(spa)