PASAMAN, RELASI PUBLIK – Pada Kamis (8/10/2026) mendatang, Kabupaten Pasaman di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan genap berusia 81 tahun sebagai sebuah daerah otonom, bagian dari wilayah administratif Provinsi Sumbar.
Kendati peringatan hari jadi daerah merupakan rutinitas yang dilakukan setiap tahun, tapi Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Pasaman Muhammad Yasrin Syahputra SE MM ingin memberi makna tersendiri dalam peringatan hari jadi tahun ini.
“Kita berkomitmen menjadikan peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Pasaman tahun 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat,” kata Oyong, panggilan akrab Yasrin.
Ditemui di ruang kerjanya di Lubuk Sikaping, ibukota Kabupaten Pasaman, Kamis (17/9/2026), menurut Oyong, peningkatan kualitas pelayanan merupakan upaya yang terus menerus harus dilakukan.
“Boleh jadi pada hari ini kita menilai sudah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya. Tapi dalam perkembangannya, oleh berbagai dinamika yang terjadi, bukan tidak mungkin masih ada sisi-sisi pelayanan publik yang masih memerlukan pembenahan.
Makanya, selain rutin melakukan evaluasi terhadap pelayanan, menurut Oyong, pihaknya juga terbuka untuk menerima kritik dan masukan terkait dengan upaya peningkatan pelayanan terhadap masyarakat.
Pelayanan yang berkualitas, menurut Oyong, erat relevansinnya dengan upaya badan yang ia pimpin untuk terus mencari dan menggali sumber-sumber keuangan daerah yang baru.
“Bagaimana mungkin kita berharap pendapatan daerah akan meningkat kalau tidak dibarengi dengan perbaikan pelayanan,” katanya. “Bukankah masyarakat sebagai objek pelayanan adalah potensi bagi pendapatan daerah,” tambahnya.
Sebagai ujung tombak pendapatan daerah, menurut Oyong, Bakeuda memang dituntut untuk terus berupaya mencari dan mendapatkan sumber-sumber pemasukan bagi daerah.
Seiring dengan itu, sambung Oyong, pihaknya juga senantiasa dituntut untuk melakukan upaya optimalisasi terhadap sumber-sumber pendapatan daerah yang telah ada selama ini.
Tujuannya, menurut Oyong, agar tugas pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan yang menjadi wewenang Pemkab Pasaman tidak sepenuhnya tergantung dari transfer dana dari pusat.
Partisipasi Masyarakat
Terkait peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Pasaman tahun 2026, Oyong berharap akan dijadikan oleh masyarakat sebagai momentum untuk meningkatkan partisipasi dalam pembangunan.
“Dalam banyak hal, Pemkab Pasaman dihadapkan dengan banyak keterbatasan, terutama keterbatasan keuangan daerah,” katanya. Sementara pada bagian lain tuntutan dari masyarakat terus bertambah banyak.
“Dalam konteks kasus seperti ini, peran serta dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan sangat diperlukan,” ujarnya. “Toh semua yang dilakukan Pemkab Pasaman juga untuk kepentingan daerah dan masyarakat Pasaman,” tandasnya.
Pada bagian lain Oyong menginformasikan, dalam rangka Hari Jadi ke-81:Kabupaten Pasaman, Bakeuda memberikan penawaran istimewa kepada masyarakat.
Yaitu, masyarakat yang melakukan pengurusan pajak daerah, terhitung mulai 1 Oktober 2026 akan diberikan souvenir sesuai dengan ketersediaan yang ada.
“Mari manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Oyong menutup wawancara. (spa)













