Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMATERBARU

Dinkes P2kb Sumenep Gelar Skrining Upaya Percepatan Pemutusan Rantai Penyakit TBC

5
×

Dinkes P2kb Sumenep Gelar Skrining Upaya Percepatan Pemutusan Rantai Penyakit TBC

Sebarkan artikel ini

Relasipublik.com – Upaya percepatan pengendalian dan pemutusan rantai penularan penyakit Tuberkulosis (TBC) terus digencarkan di wilayah Kabupaten Sumenep. Pada Selasa, 26/05/2026, telah dilaksanakan kegiatan Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB) yang berpusat di Balai Desa Lobuk, Kecamatan Bluto.

Menurut Kepala Dinas Kesahatab dan P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah,. M.Kes, Kegiatan ini diselenggarakan secara khusus dengan fokus utama melakukan pemeriksaan menyeluruh pada kelompok yang berisiko tinggi tertular maupun mengidap penyakit TBC. Sasaran pemeriksaan meliputi,

Warga yang masuk kategori terduga TBC, Kontak serumah dengan penderita TBC,Kontak erat penderita TBC di lingkungan sekitar,

Kelompok berisiko tinggi lainnya, seperti penderita Diabetes Melitus (DM), orang dengan HIV/AIDS, serta kondisi lain yang menurunkan daya tahan tubuh.

Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Tim Satuan Tugas Pengendalian Infeksi (STPI), tenaga kesehatan Puskesmas setempat, kader kesehatan desa, serta pendampingan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep.

” Tujuan utama dari kegiatan skrining sistematis ini adalah untuk menemukan kasus TBC secara lebih dini, terutama pada kelompok yang rentan terinfeksi, sehingga penanganan medis dapat segera diberikan,” Jelasnya

Selain itu, langkah ini diharapkan mampu memutus rantai penularan di lingkungan masyarakat, menekan angka kasus baru, serta mempercepat tercapainya eliminasi penyakit TBC di wilayah Sumenep.

Melalui pemeriksaan yang menyasar kelompok berisiko ini, diharapkan tidak ada kasus yang terlewat, sehingga penderita dapat segera mendapatkan pengobatan yang tepat dan tuntas, serta lingkungan sekitar menjadi lebih aman dari ancaman penularan penyakit menular berbahaya ini. (@Noung daeng ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *