JAKARTA, RELASI PUBLIK — Lanskap bisnis perlindungan risiko di Indonesia kedatangan pemain baru. PT Cendekia Global Indonesia resmi meluncurkan lini bisnis asuransi syariah bertajuk Cendekia Proteksi pada Senin (25/5/2026).
Meski hadir sebagai perusahaan baru, operasional Cendekia Proteksi didukung para profesional yang telah berpengalaman panjang di industri perasuransian nasional.
Berbeda dari perusahaan asuransi pada umumnya, Cendekia Proteksi mengusung konsep layanan berbasis konsultasi manajemen risiko, bukan sekadar penjualan polis. Perusahaan tersebut menargetkan perlindungan aset dan bisnis berbasis prinsip syariah yang transparan, adil, dan mengedepankan asas tolong-menolong.
Direktur PT Cendekia Global Indonesia, Intan Nabila Khaira mengatakan pihaknya ingin menghadirkan pendekatan baru dalam layanan asuransi syariah di Indonesia.
“Kami ingin mengubah cara orang berinteraksi dengan asuransi. Karena tim kami diisi para pakar, pendekatan kami bukan sekadar menjual produk. Kami memetakan terlebih dahulu risiko yang dihadapi klien, kemudian menyiapkan solusi perlindungan yang tepat. Harapannya, nasabah mendapatkan ketenangan dan memahami manfaat polis secara jelas,” ujar Intan.
Untuk mendukung layanan tersebut, Cendekia Proteksi menghadirkan berbagai produk perlindungan, mulai dari asuransi kendaraan bermotor, properti, perjalanan, kecelakaan diri, pengiriman barang (kargo), tanggung gugat, rekayasa, hingga perlindungan alat berat.
Perusahaan juga menggandeng sejumlah perusahaan asuransi nasional dan internasional sebagai mitra strategis, di antaranya Zurich Syariah, Raksa, Chubb, dan Sompo Insurance.
Intan menambahkan, seluruh layanan perusahaan dijalankan berdasarkan lima prinsip utama, yakni konsistensi penerapan nilai syariah, edukasi publik dengan bahasa sederhana, transparansi produk, solusi perlindungan sesuai profil klien, serta pendampingan penuh saat proses klaim.
Siapkan Divisi Konsultan IT dan Digital
Selain mengembangkan sektor asuransi syariah, PT Cendekia Global Indonesia juga tengah mempersiapkan ekspansi bisnis melalui pembentukan divisi layanan IT dan Digital Consultant pada kuartal ketiga 2026.
Technology & Digital Support PT CGI, Raihan Al Karim menjelaskan, pengembangan divisi tersebut berangkat dari keberhasilan perusahaan membangun sistem digital internal yang kini telah mendukung seluruh layanan perusahaan.
Menurutnya, masyarakat saat ini juga sudah dapat mengakses layanan informasi dan edukasi asuransi melalui situs resmi perusahaan di Cendekia Proteksi.
“Sistem internal yang kami bangun sudah mendukung seluruh operasional perusahaan, mulai dari portal edukasi nasabah hingga layanan klaim yang cepat dan transparan. Karena teknologi ini terbukti efektif, kami siap mengembangkannya menjadi layanan konsultasi IT untuk publik,” jelas Raihan.
Ke depan, PT CGI juga menyiapkan sejumlah lini usaha baru, mulai dari layanan PR Agency, Learning & Development Consulting Services, hingga Customer Service Support.
Melalui diversifikasi bisnis tersebut, perusahaan menargetkan diri menjadi mitra strategis bagi kebutuhan operasional dan pengembangan bisnis klien secara terpadu di masa mendatang.












