PASAMAN, RELASI PUBLIK – Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan, pembangunan Pasaman ke depan tidak boleh hanya terpaku pada infrastruktur fisik semata, melainkan harus diiringi dengan keseimbangan rohani masyarakat.
Bupati Welly menekankan, peningkatan kapasitas tokoh agama dan tokoh adat menjadi fokus utama pemerintah daerah ke depan.
Para tokoh lokal ini dipersiapkan sebagai agen perubahan sosial yang mampu menghadapi berbagai tantangan zaman—mulai dari konflik sosial, narkoba, hoaks, hingga radikalisme dan degradasi budaya lokal.
Melalui pelatihan kepemimpinan, komunikasi publik, mediasi konflik, hingga literasi digital, para tokoh agama dan adat diharapkan semakin kuat dalam menjaga persatuan masyarakat dan melestarikan nilai budaya Minangkabau yang berlandaskan syariat Islam.
Bupati Welly berharap seluruh gerakan ini akan menjadi pondasi kokoh bagi lahirnya masyarakat Pasaman yang religius, harmonis, dan berkarakter kuat.
“Gerakan Nagari Bangkit atau Bangga Memakmurkan Masjid ini diharapkan menjadi taman-taman surga dan sebab kebaikan yang bernilai pahala di sisi Allah SWT, ” ujarnya.
Sejauh ini, Pemkab Pasaman terus mengobarkan semangat “Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju dan Berkelanjutan” melalui sebuah gerakan spiritual masyarakat yang kokoh berlandaskan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABSSBK).
Program unggulan ini, yang telah berjalan setahun penuh sejak diluncurkan Mei 2025, kini menunjukkan geliatnya dalam memperkuat karakter nagari.
Pada Kamis (21/5/2026), di Media Center Diskominfo Pasaman, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Rizal, didampingi jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM), Dinas Pendidikan, dan Ketua BAZNAS Kabupaten Pasaman, memaparkan pencapaian program unggulan Nagari Bangkit Berbasis ABSSBK.
“Program unggulan ini telah berjalan selama satu tahun sejak digulirkan pada Mei 2025 yang lalu, ” ujar Rizal, didampingi Kepala DPM Teddy Martha, Sekretaris Dinas Pendidikan Ishak, dan Ketua BAZNAS Pasaman Asnil M.
Inisiatif Pemkab Pasaman ini dirancang untuk mendongkrak keimanan dan ketaqwaan masyarakat melalui berbagai program keagamaan.
Lebih dari itu, program ini menjadi garda terdepan dalam melestarikan adat istiadat berbasis ABSSBK, serta membentengi nilai-nilai lokal dari gempuran arus teknologi dan digitalisasi yang kian deras.
Rizal menambahkan, berbagai upaya serius tengah digalakkan untuk mewujudkan visi dan misi pemerintahan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati Parulian.
“Untuk memaksimalkan potensi di setiap Kenagarian dan Kejorongan, Bapak Bupati Welly telah menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Bagian Kesra untuk memfokuskan perhatian pada sektor ini, ” jelasnya.
Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Pemkab Pasaman telah menggulirkan enam program unggulan keagamaan yang menjadi pilar utama dalam mencetak generasi religius, berkarakter, dan berbudaya di seluruh penjuru nagari.
Salah satu gerakan yang berhasil mencuri perhatian adalah semangat “Nagari Bangkit, Bangga Memakmurkan Masjid”.
Inisiatif ini, yang berawal dari masjid dan mushalla, kini merambah hingga ke pusat-pusat pendidikan Islam di berbagai pelosok Pasaman, memperlihatkan geliat yang membanggakan.
Program prioritas pertama adalah Wirid Remaja Bangkit, sebuah gerakan moral yang bertujuan mengembalikan generasi muda ke masjid.
Program ini melibatkan siswa SD hingga SLTA secara serentak di seluruh jorong di Kabupaten Pasaman.
“Pemerintah daerah memandang masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat strategis pembinaan karakter, akhlak, dan masa depan generasi muda Pasaman, ” tegas Rizal.
Diharapkan, gerakan ini mampu menjadi benteng kokoh bagi para remaja dari pengaruh negatif, sekaligus melahirkan generasi Qurani yang membanggakan agama dan bangsa.
Selain program remaja masjid, pemerintah juga berupaya menghidupkan kembali Majelis Dzikir dan Wirid Tharekat. Ruang-ruang ini diciptakan sebagai oase ketenangan hati masyarakat di tengah derasnya tantangan zaman modern.
Melalui dzikir berjamaah, masyarakat diajak untuk merajut ukhuwah Islamiyah dan mengukuhkan spiritualitas.
Pemkab Pasaman juga tak henti mendorong pelaksanaan shalat berjamaah di masjid dan mushalla sebagai upaya memperkuat persatuan sosial masyarakat.
Aktivitas ibadah ini dinilai tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga menjadi sarana ampuh untuk membangun kedisiplinan, kepedulian sosial, dan rasa kebersamaan warga.
Di sektor pendidikan Islam, Pasaman menargetkan diri menjadi “Lumbung Penghafal Al-Quran” melalui program Tahfiz Quran dan Musabaqah Hifzil Quran.
“Pada tahun 2026, pemerintah daerah bahkan telah menyiapkan rekrutmen guru tahfiz satu orang di setiap nagari, dengan anggaran yang telah dialokasikan melalui DPA Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, ” ungkap Buya Rizal.
Sementara itu, Pasaman Islamic Center diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus ikon spiritual baru Pasaman.
Kawasan ini akan bertransformasi menjadi pusat pengkaderan generasi Qurani, pelatihan imam dan khatib, seminar keislaman, hingga pusat syiar budaya Islam.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Teddy Marta, Ketua BAZNAS Kabupaten Pasaman Asnil M, dan Sekretaris Dinas Pendidikan Pasaman Ishak telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh Program Nagari Bangkit Berbasis ABSSBK di Pasaman.
Teddy Martha, menambahkan, “Program nagari bangkit berdasarkan ABSSBK ini mencakup pemberdayaan generasi muda Pasaman untuk masa depan yang lebih baik sebagai generasi emas.
Kehadiran remaja masjid menjadi langkah nyata Pemkab Pasaman menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai agama.” (spa)












