Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

DEMA IAIDU Periode 2026 – 2027 Dilantik, Kolaborasi Mahasiswa dan Pemerintah Didorong

22
×

DEMA IAIDU Periode 2026 – 2027 Dilantik, Kolaborasi Mahasiswa dan Pemerintah Didorong

Sebarkan artikel ini
pelantikan DEMA IAIDU Asahan 2026 bersama Wakil Bupati Rianto
Pelantikan pengurus DEMA IAIDU periode 2026–2027 di Aula Melati Kantor Bupati Asahan. (dok/ist)

ASAHAN, RELASI PUBLIK – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Daar Al-Ulum (IAIDU) Asahan periode 2026–2027 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (28/04/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Asahan Rianto SH, MAP yang sekaligus memberikan arahan kepada para mahasiswa agar aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Turut hadir mewakili Dandim 0208/Asahan, Rektor IAIDU Asahan Assoc. Prof. Dr. Hj. Nilasari Siagian SH, S.PdI, MH, para dosen, civitas akademika, dan mahasiswa IAIDU.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al – Qur’an, doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta laporan Ketua Panitia sebelum prosesi pelantikan dilaksanakan.

Rektor IAIDU Asahan Nilasari Siagian mengatakan DEMA merupakan bagian penting dalam sistem akademik kampus karena berfungsi sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial mahasiswa.

Ia berharap pengurus yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan baik dan menjadi contoh positif bagi mahasiswa lainnya. “DEMA adalah mitra strategis kampus. Pengurus harus mampu menjunjung tinggi nilai akademik dan keislaman serta menjaga nama baik institusi,” kata Nila Sari Siagian.

Rektor IAIDU tersebut juga menegaskan bahwa kampus membutuhkan mahasiswa yang aktif, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan Rianto SH, MAP menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kekuatan intelektual yang mampu membawa perubahan. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat dengan gagasan dan kontribusi nyata.

“Mahasiswa harus mampu meningkatkan kapasitas diri, baik akademik maupun non-akademik, serta tetap menjaga nilai moral dan etika,” ujar Rianto.

Wabup juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara mahasiswa, pihak kampus, dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Asahan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar ide dan inovasi dari kalangan mahasiswa dapat menjadi solusi bagi berbagai persoalan sosial dan pembangunan.

“Kami membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa karena mereka adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan daerah ini,” tambahnya.(is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *