Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMASENI & BUDAYATERBARU

Munas IPSI 2026, Vasko Ruseimy Tegaskan Sumbar Siap Dorong Pencak Silat ke Olimpiade

1
×

Munas IPSI 2026, Vasko Ruseimy Tegaskan Sumbar Siap Dorong Pencak Silat ke Olimpiade

Sebarkan artikel ini
vasko ruseimy pada munas ipsi 2026 di padang sumatera barat
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy menghadiri Munas IPSI 2026 yang membahas arah baru pencak silat menuju Olimpiade.

SUMBAR, RELASI PUBLIK — Momentum Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga menandai arah baru kepemimpinan dan strategi nasional pencak silat menuju panggung dunia.

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy, menegaskan kesiapan daerah untuk menindaklanjuti agenda nasional tersebut secara konkret dan terukur.

Dalam forum tersebut, kepemimpinan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia periode 2026–2030 resmi beralih dari Prabowo Subianto kepada Sugiono. Pergantian ini menandai babak baru dalam pengembangan pencak silat nasional.

Peralihan kepemimpinan tersebut diharapkan mampu memperkuat orkestrasi program pembinaan sekaligus mempercepat langkah pencak silat Indonesia menuju pengakuan global, termasuk target masuk Olimpiade.

Menurut Vasko, yang juga menjabat sebagai Ketua IPSI Sumbar, Munas harus dimaknai sebagai momentum strategis untuk menyatukan arah gerak organisasi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Munas ini bukan sekadar forum organisasi, tetapi momentum konsolidasi nasional untuk memastikan pencak silat benar-benar naik kelas ke panggung dunia, termasuk Olimpiade,” ujarnya di Padang, Senin (13/4/2026).

Ia menilai, arah kebijakan yang dihasilkan dalam forum tersebut—mulai dari penguatan pembinaan, peningkatan kualitas atlet, hingga ekspansi ke level global—harus segera diterjemahkan menjadi langkah nyata di daerah.

“Sebagai Ketua IPSI Sumatera Barat, kami memastikan arah besar ini ditindaklanjuti dengan penguatan pembinaan atlet sejak dini, peningkatan kualitas pelatih, serta kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Vasko menekankan bahwa Sumatera Barat memiliki posisi strategis dalam pengembangan pencak silat nasional. Selain dikenal sebagai daerah dengan akar budaya silat yang kuat, Sumbar juga memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet berprestasi di tingkat dunia.

“Sumbar tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga harus mampu melahirkan juara dunia. Kekuatan budaya yang kita miliki harus dikonversi menjadi prestasi,” katanya.

Sejalan dengan arah nasional di bawah kepemimpinan baru PB IPSI, ia juga menyoroti pentingnya membangun pencak silat sebagai ekosistem yang tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga mencakup pelestarian budaya dan penguatan ekonomi.

Menurutnya, pengembangan pencak silat ke depan harus mencakup tiga pilar utama, yakni prestasi, budaya, dan ekonomi olahraga. Dengan demikian, pencak silat tidak hanya menjadi identitas bangsa, tetapi juga memiliki nilai tambah bagi pembangunan daerah.

“Kita tidak hanya bicara medali, tetapi juga bagaimana pencak silat menjadi kekuatan budaya sekaligus penggerak ekonomi, termasuk melalui sport tourism dan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, IPSI, perguruan silat, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat langkah menuju target global tersebut.

“Ini tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi kuat antara pemerintah, organisasi, dan seluruh ekosistem pencak silat. Sumatera Barat siap menjadi bagian penting dari gerakan nasional ini,” tutupnya.

Dengan kepemimpinan baru di tingkat pusat, dukungan kebijakan nasional, serta kekuatan tradisi yang dimiliki daerah, Sumbar optimistis dapat mengambil peran strategis dalam mendorong pencak silat Indonesia semakin diakui dunia hingga menuju Olimpiade. (adpsb/bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *