sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Sebanyak 148 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak bencana banjir, banjir bandang (Galodo), tanah longsor dan angin kencang pada November 2025 lalu di Kabupaten Tanah Datar mendapatkan program revitalisasi usaha dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Tanah Datar, Busnika Hamdi, ST, MTl, yang didampingi oleh Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Doni, SE saat jumpa pers yang bertepatan dengan pelaksanaan pelatihan Digitalisasi bagi UKM terdampak bencana Galodo di UPT SMP 2 Batipuh Selatan, Senin (19/10/2026).
Busnika menjelaskan, program ini menyasar 148 UMKM yang tersebar di 5 kecamatan dan 9 nagari. Rinciannya, Kecamatan Batipuah Selatan (Nagari Batu Taba 33, Guguak Malalo 45, Padang Laweh Malalo 9, Sumpur 34), Batipuh (Batipuah Ateh 1, Bungo Tanjuang 3), Pariangan (Pariangan 1), Rambatan (III Koto 6), dan X Koto (X Koto 16).
“Program revitalisasi UMKM terdampak bencana ini bertujuan untuk mendukung pemulihan aktivitas usaha melalui pelatihan dan pemberian bantuan peralatan, sehingga pengusaha UMKM dapat kembali menjalankan usahanya secara optimal serta meningkatkan produktivitas pascabencana,” ujar Busnika.
Kegiatan ini berada di bawah Sub Kegiatan Pemberdayaan Kelembagaan Potensi dan Pengembangan Usaha Mikro dengan pagu anggaran sebesar *Rp765.000.000,-* yang bersumber dari Dana TKD TA 2026.
Fokus pada Pelatihan dan Bantuan Alat
Busnika merinci, bentuk kegiatan terbagi menjadi dua, yaitu peningkatan SDM dan bantuan peralatan usaha.
Untuk peningkatan SDM, dilaksanakan 3 paket pelatihan:
1. Peningkatan Kualitas dan Nilai Tambah Produk UMKM (telah terlaksana 5-6 Agustus 2026) dengan materi peningkatan mutu produk, diversifikasi dan inovasi produk, serta standar kebersihan dan keamanan pangan.
2. Digitalisasi Pemasaran Produk UMKM (pelaksanaan 19-20 Oktober 2026) yang saat ini tengah berlangsung di UPT SMP 2 Batipuh Selatan. Materinya meliputi pemasaran melalui media sosial, pemanfaatan marketplace, serta pembuatan konten promosi dan foto produk.
3. Peningkatan Kualitas Kemasan, Label dan Paper Bag (jadwal 22-23 Oktober 2026) dengan materi desain kemasan menarik dan fungsional, penyusunan label sesuai ketentuan, dan penggunaan paper bag.
Sementara untuk bantuan peralatan usaha dengan total anggaran Rp466.000.000,- terdiri dari:
– Bantuan Peralatan Produksi Sederhana 2 paket untuk 148 UMKM, yaitu Paket 1 Peralatan Non Elektronik seperti wajan, panci, dan Paket 2 Peralatan Elektronik seperti mixer, blender. Saat ini dalam tahap pengadaan dan direncanakan selesai pada minggu IV Oktober 2026.
– Bantuan Bahan Kemasan, label atau paper bag 1 paket untuk 100 UMKM sektor kuliner.
“Tujuan akhirnya adalah memulihkan keberlangsungan usaha, meningkatkan kapasitas, memperkuat ketahanan ekonomi pelaku UMKM pascabencana, dan mendorong UMKM agar mampu berkembang berkelanjutan dan berdaya saing,” tutup Busnika.(d13)













