Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabupaten Tanah Datar

Tiga Kepala Sekolah Berganti, Revitalisasi SDN 04 Tanjung Rp1 Miliar Akhirnya Tuntas

1
×

Tiga Kepala Sekolah Berganti, Revitalisasi SDN 04 Tanjung Rp1 Miliar Akhirnya Tuntas

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Perjalanan revitalisasi UPT SDN 04 Tanjung, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, menyimpan cerita tentang kesinambungan perjuangan dan kuatnya kerja sama. Program yang bermula dari persoalan kerusakan bangunan itu akhirnya rampung setelah melewati tiga kepemimpinan kepala sekolah dengan dukungan berbagai pihak.

Kini, sekolah tersebut memiliki fasilitas yang lebih layak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Perubahan itu ditopang anggaran revitalisasi sebesar Rp1.003.555.885 melalui program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI Tahun Anggaran 2026.

Tuntasnya pembangunan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE,MM saat menghadiri Open House Revitalisasi Sekolah Dasar di UPT SDN 04 Tanjung, Kamis (15/10/2026).

Bagi Eka Putra, keberhasilan pembangunan di tengah pergantian pimpinan sekolah menjadi gambaran bahwa program pendidikan harus terus berjalan tanpa terhambat perubahan personel. Keterlibatan kepala sekolah, guru, komite, dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam memastikan pekerjaan selesai sesuai tujuan.

“Walaupun kepala sekolah berganti, pembangunan tetap berjalan sampai selesai. Alhamdulillah, berkat kerja sama pihak sekolah dengan komite dan berbagai pihak, program ini dapat diselesaikan dengan baik,” ungkapnya.

Eka Putra menilai, peningkatan fasilitas sekolah merupakan investasi penting untuk mendukung proses pendidikan. Ruang belajar yang aman dan nyaman tidak hanya menunjang aktivitas siswa dan guru, tetapi juga memberikan rasa tenang kepada orang tua ketika anak-anak mengikuti pembelajaran.

Tanah Datar Dapat Bantuan untuk 129 Sekolah

Pada kesempatan itu, Eka Putra menyampaikan bahwa sebanyak 129 sekolah di Kabupaten Tanah Datar memperoleh bantuan revitalisasi. Program tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen atas dukungan yang diberikan kepada dunia pendidikan di Tanah Datar.

Ia berharap perhatian tersebut terus berlanjut sehingga sekolah-sekolah yang masih membutuhkan perbaikan dapat memperoleh kesempatan serupa.

Namun, menurutnya, keberhasilan revitalisasi tidak cukup diukur dari selesainya pembangunan. Fasilitas yang telah tersedia harus dipelihara, digunakan secara optimal, dan dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Karena itu, kepala sekolah, guru, dan komite diminta memastikan seluruh fasilitas tetap terawat. Sekolah juga perlu memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan menyiapkan usulan kebutuhan sarana lainnya sebagai bahan pengajuan program berikutnya.

Di sisi lain, Bupati mengingatkan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan bangunan dan fasilitas. Perkembangan teknologi digital juga menuntut perhatian bersama agar anak-anak tidak terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Eka Putra mengajak pemerintah nagari, kecamatan, Forkopimcam, sekolah, komite, dan orang tua memperkuat pengawasan serta pendampingan terhadap anak. Ia juga mendorong keberlanjutan program tahfiz Al-Qur’an untuk memperkuat pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.

Berawal dari Kerusakan Atap, Berujung pada Pembenahan Fasilitas

Kepala UPT SDN 04 Tanjung, Desi Asrianti, mengungkapkan bahwa revitalisasi sekolah bermula dari kerusakan bangunan akibat hujan deras pada akhir November 2025.

Saat itu, atap salah satu ruang kelas roboh dan bagian plafon ambruk pada malam hari. Peristiwa tersebut menjadi peringatan serius akan pentingnya kondisi bangunan yang aman bagi warga sekolah.

Berbagai upaya kemudian dilakukan agar sekolah memperoleh bantuan perbaikan. Setelah melewati proses koordinasi, pengusulan, pengukuran, dan perencanaan, bantuan revitalisasi akhirnya terealisasi pada 2026.

Dengan anggaran lebih dari Rp1 miliar, pekerjaan mencakup rehabilitasi enam ruang kelas senilai Rp677.363.977, perbaikan ruang administrasi, serta dua ruang kantor di gedung atas dan gedung bawah.

Revitalisasi juga meliputi pembangunan ruang musala, penyediaan toilet siswa di kedua gedung, rehabilitasi rumah guru, dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Salah satu perubahan yang langsung dirasakan adalah tersedianya toilet di kedua gedung. Sebelumnya, guru yang bertugas di gedung bawah harus menuju gedung atas untuk menggunakan fasilitas tersebut. Setelah revitalisasi, kebutuhan itu dapat dilayani lebih mudah tanpa harus berpindah gedung.

Desi menjelaskan, pembangunan dimulai pada 5 Mei 2026 dan berhasil dituntaskan pada awal September 2026, dengan waktu pengerjaan sekitar empat bulan.

Estafet Kepemimpinan yang Berujung pada Penyelesaian

Di balik selesainya pembangunan, terdapat proses yang melibatkan tiga kepala sekolah, yakni Akmal, Mardalenis selaku pelaksana tugas, dan Desi Asrianti.

Masing-masing menjalankan peran pada tahapan berbeda. Proses memperjuangkan bantuan dimulai pada masa kepemimpinan Akmal, dilanjutkan Mardalenis ketika memasuki tahap berikutnya, kemudian dituntaskan saat Desi Asrianti memimpin sekolah.

Pergantian pimpinan itu tidak menghentikan proses yang telah berjalan. Sebaliknya, pekerjaan dilanjutkan hingga seluruh target revitalisasi selesai.

“Dalam proses pembangunan ini, ada tiga kepala sekolah yang terlibat pada tahapan berbeda. Ada yang memperjuangkan dan memulai prosesnya, ada yang melanjutkan ketika pembangunan berlangsung, dan saya mendapat bagian pada tahap akhir,” tutur Desi.

Ia mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, komite sekolah, panitia pembangunan, dan seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan perbaikan fasilitas pendidikan tersebut.

Menurutnya, revitalisasi memberikan perubahan berarti bagi sekolah, terutama dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa.

Data Akurat dan Fasilitas Sesuai Standar Jadi Perhatian

Sementara itu, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumatera Barat yang diwakili Ketua Tim Kerja SMA BBPMP Sumatera Barat, Widyaprada Ahli Madya Iryasman, menyampaikan bahwa revitalisasi merupakan bagian dari upaya memenuhi Standar Nasional Pendidikan, khususnya standar sarana dan prasarana.

Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana, tetapi juga dilaksanakan melalui skema reguler untuk memperluas pemerataan peningkatan fasilitas pendidikan.

Iryasman mengingatkan pengawas dan kepala sekolah agar memperbarui data peserta didik serta kondisi bangunan dan fasilitas sekolah. Data yang akurat menjadi salah satu unsur penting dalam mempersiapkan pengusulan bantuan revitalisasi pada tahun berikutnya.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan sarana pendidikan harus mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk pemenuhan standar toilet dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Rampungnya revitalisasi SDN 04 Tanjung diharapkan tidak sekadar menghadirkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pembelajaran.

Sebab, fasilitas yang memadai harus berjalan seiring dengan pengelolaan yang baik, kepedulian seluruh warga sekolah, dan komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi generasi penerus Tanah Datar( d13)