Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabupaten Tanah Datar

Tanah Datar Kehilangan Putra Terbaik, Aulizul Syuib Berpulang Tinggalkan Jejak Pengabdian

3
×

Tanah Datar Kehilangan Putra Terbaik, Aulizul Syuib Berpulang Tinggalkan Jejak Pengabdian

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com //  Tanah Datar

Kabupaten Tanah Datar kembali diselimuti duka. Mantan Wakil Bupati Tanah Datar periode 2005–2010, Aulizul Syuib, meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) pukul 20.15 WIB di Rumah Sakit Otak Bukittinggi. Kepergian tokoh yang dikenal santun dan berdedikasi itu meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Tanah Datar yang pernah merasakan kiprah pengabdiannya.

Jenazah almarhum dimakamkan di kampung halamannya, Nagari Lubuk Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara, Sabtu (27/6/2026). Sebelum prosesi pemakaman, Bupati Tanah Datar Eka Putra melepas jenazah secara resmi sekaligus menyampaikan penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum kepada daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Eka Putra mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam. Menurutnya, Aulizul Syuib merupakan sosok pemimpin yang mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk membangun Tanah Datar, serta meninggalkan teladan kepemimpinan yang patut dikenang.

“Hari ini kita melepas seorang tokoh yang telah memberikan tenaga, pikiran, dan pengabdian terbaiknya untuk kemajuan Kabupaten Tanah Datar. Semasa memimpin, beliau dikenal sebagai sosok yang bijaksana dan banyak membawa perubahan bagi masyarakat,” ujar Eka Putra.

Bupati menilai, almarhum bukan hanya dikenang karena pernah menduduki jabatan sebagai Wakil Bupati, tetapi juga karena ketulusan hati, kepedulian terhadap masyarakat, dan komitmennya dalam melayani daerah. Baginya, warisan terbesar yang ditinggalkan Aulizul Syuib adalah nilai-nilai pengabdian, integritas, dan keteladanan.

“Kebesaran seseorang bukan semata karena jabatan yang diembannya, tetapi karena budi pekerti dan pengabdiannya. Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa almarhum serta mendoakan semoga beliau husnul khatimah,” tuturnya.

Eka Putra juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar segala amal ibadahnya diterima Allah SWT serta ditempatkan di sisi-Nya yang terbaik. Ia turut menyampaikan doa dan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberi kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.

Suasana haru menyelimuti rumah duka hingga prosesi pemakaman. Ribuan doa mengiringi kepergian sosok yang selama hidupnya dikenal dekat dengan masyarakat dan selalu mengedepankan kepentingan daerah.

Perwakilan keluarga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelayat yang hadir memberikan penghormatan terakhir serta memohon maaf atas segala kekhilafan almarhum semasa hidup, baik dalam menjalankan tugas pemerintahan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Prosesi pelepasan jenazah turut dihadiri Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly beserta istri, Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kepergian Aulizul Syuib menjadi kehilangan besar bagi Tanah Datar. Namun, dedikasi, karya, dan pengabdian yang telah ditorehkannya akan tetap menjadi bagian dari perjalanan sejarah pembangunan daerah serta inspirasi bagi generasi penerus dalam mengabdi kepada masyarakat(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *