Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMANASIONALTERBARU

Renduk Pascabencana Sumatera Fokus pada Infrastruktur dan Huntap

22
×

Renduk Pascabencana Sumatera Fokus pada Infrastruktur dan Huntap

Sebarkan artikel ini
Muhammad Tito Karnavian dan Sufmi Dasco Ahmad saat rapat pembahasan Renduk Pascabencana Sumatera di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Ketua Satgas Galapana DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengikuti rapat pembahasan Renduk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

JAKARTA, RELASI PUBLIK — Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renduk) Pascabencana Sumatera menjadi kunci dalam memastikan pemulihan permanen berjalan sesuai kebutuhan wilayah terdampak. Dokumen tersebut merangkum usulan dari pemerintah kabupaten, kota, provinsi, serta kementerian dan lembaga untuk kemudian diselaraskan menjadi program pemulihan terpadu selama tiga tahun.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa renduk menjadi pedoman utama dalam proses menuju pemulihan permanen pascabencana.

“Sekarang proses menuju pemulihan permanen atau rehabilitasi dan rekonstruksi. Kuncinya adalah renduk yang direkap dari kabupaten, kota, provinsi terdampak, serta kementerian/lembaga. Kemudian disandingkan oleh Bappenas dan Satgas PRR juga ikut,” jelas Tito usai rapat bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Menurut Tito, pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi direncanakan berlangsung selama tiga tahun, mulai 2026 hingga 2028. Dalam dokumen renduk tersebut tercatat sebanyak 11.512 program dan kegiatan yang akan dikerjakan.

Total kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi mencapai Rp100,166 triliun untuk periode 2026–2028. Rinciannya, anggaran tahun 2026 sebesar Rp38,9 triliun, tahun 2027 sebesar Rp32,9 triliun, dan tahun 2028 sebesar Rp28,2 triliun.

Porsi terbesar anggaran dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur yang mencapai sekitar Rp69 triliun selama tiga tahun pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Yang terbesar infrastruktur, total sekitar Rp69 triliun selama tiga tahun,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak dengan alokasi anggaran sekitar Rp7,4 triliun yang ditargetkan rampung paling lambat pada 2027.

“Hunian tetap menjadi prioritas supaya masyarakat tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara,” tambah Tito.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan bahwa Renduk Pascabencana Sumatera telah mendapat persetujuan sehingga pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan maksimal melalui dukungan lintas kementerian/lembaga.

Menurut Dasco, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar proses pemulihan pascabencana berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak.

Satgas PRR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *