Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
TERBARU

Padang Harmoni Festival 2026 Ditutup, Maigus Nasir Tegaskan Keberagaman Jadi Kekuatan Kota

10
×

Padang Harmoni Festival 2026 Ditutup, Maigus Nasir Tegaskan Keberagaman Jadi Kekuatan Kota

Sebarkan artikel ini

Padang, relasipublik – Padang Harmoni Festival 2026 resmi ditutup Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, di bawah Jembatan Siti Nurbaya, kawasan Kota Tua Padang, Senin (10/8/2026) malam.

Festival yang untuk pertama kalinya digelar tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Mengusung tema “Urang Padang Jalan Barampek”, kegiatan ini menampilkan beragam seni dan budaya dari sejumlah etnis yang selama ini hidup berdampingan di Kota Padang.

Maigus Nasir mengatakan, Padang Harmoni Festival menjadi momentum untuk memperkuat identitas Kota Padang sebagai kota yang majemuk, harmonis dan toleran.

“Melalui Padang Harmoni Festival, kita menyaksikan keberagaman etnis dan budaya dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan,” ujar Maigus.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Kota Padang bukan sekadar menjadi warna dalam kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga merupakan kekuatan penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Ia mengapresiasi Badan Kesbangpol Kota Padang bersama perkumpulan etnis Nias, Tionghoa dan India yang telah berkolaborasi menyukseskan pelaksanaan festival tersebut.

“Kami mengapresiasi kolaborasi yang tercipta dalam festival ini. Keberagaman etnis dan budaya merupakan kekuatan penting dalam mendukung pembangunan Kota Padang menuju kota gastronomi dunia,” katanya.

Maigus menilai keberagaman etnis dan budaya di Kota Padang telah tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak dahulu. Karena itu, semangat kebersamaan tersebut perlu terus dirawat di tengah perkembangan kota.

Ia juga menyoroti kawasan Kota Tua sebagai salah satu ruang yang memiliki nilai sejarah dalam perjalanan Kota Padang. Sejak masa penjajahan, kawasan tersebut telah menjadi tempat pertemuan berbagai etnis sekaligus pusat perdagangan.

“Banyak sejarah yang telah terukir di sini sejak zaman penjajahan. Kota Tua dahulu menjadi tempat berkumpulnya berbagai etnis yang hidup berdampingan, sekaligus pusat perdagangan pada masanya,” tuturnya.

Penutupan festival turut dihadiri Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache, unsur Forkopimda Kota Padang, Ketua Forum Pembauran Kota Padang Suardi Z. Datuk Garang, perwakilan lintas etnis, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang.

Melalui Padang Harmoni Festival, Pemko Padang berharap keberagaman budaya dan etnis dapat terus menjadi modal sosial dalam memperkuat persatuan sekaligus mendukung visi pembangunan Kota Padang sebagai kota yang maju, inklusif dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *