Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Peringatan 117 Tahun Perang Manggopoh, Vasko Tekankan Pentingnya Warisan Sejarah

3
×

Peringatan 117 Tahun Perang Manggopoh, Vasko Tekankan Pentingnya Warisan Sejarah

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menabur bunga di makam para pejuang Perang Manggopoh usai memimpin upacara peringatan 117 Tahun Perang Manggopoh di Kabupaten Agam, Senin (15/6/2026).

SUMBAR, RELASI PUBLIK — Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy mengajak generasi muda untuk menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai energi dalam menghadapi tantangan zaman. Pesan itu disampaikannya saat menjadi inspektur upacara peringatan 117 Tahun Perang Manggopoh di Lapangan GOR Buya Hamka, Manggopoh, Kabupaten Agam, Senin (15/6/2026).

Menurut Vasko, Perang Manggopoh bukan sekadar catatan sejarah, tetapi warisan nilai yang menunjukkan keberanian, persatuan, dan keteguhan masyarakat Minangkabau dalam memperjuangkan keadilan serta mempertahankan martabat bangsa.

“Perjuangan para pahlawan harus kita maknai sebagai sumber inspirasi untuk membangun daerah dan bangsa. Semangat keberanian, kepedulian, serta pengorbanan yang ditunjukkan para pejuang Manggopoh harus tetap hidup dalam diri generasi hari ini,” ujar Vasko.

Ia menegaskan bahwa Pemprov Sumbar berkomitmen menjaga dan merawat memori kolektif perjuangan para pahlawan melalui berbagai upaya pelestarian sejarah, pendidikan karakter, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Vasko juga menilai sosok para pejuang Perang Manggopoh, terutama Mandeh Siti Manggopoh, merupakan teladan yang relevan sepanjang masa. Keberanian mereka menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

“Peringatan seperti ini penting untuk memastikan generasi muda tidak tercerabut dari akar sejarahnya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dan mampu mengambil pelajaran dari perjalanan sejarahnya,” tambah Vasko.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal juga menegaskan hal yang sama. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meneladani semangat perjuangan rakyat Manggopoh yang berani melawan penjajahan demi menegakkan harga diri bangsa.

“Hari ini kita berdiri di atas tanah yang dahulu menjadi saksi keberanian masyarakat Manggopoh. Perang Manggopoh yang meletus pada 15 Juni 1908 merupakan bentuk nyata perlawanan rakyat Minangkabau terhadap ketidakadilan dan pemaksaan kebijakan oleh penjajah,” ujar Iqbal usai upacara.

Ia menjelaskan bahwa Perang Manggopoh dan Perang Kamang merupakan satu kesatuan gerakan rakyat Agam dalam menentang kolonialisme Hindia Belanda. Menurutnya, kedua peristiwa tersebut memiliki nilai heroisme yang tinggi dan telah tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Iqbal juga menyoroti peran Mandeh Siti Manggopoh sebagai salah satu tokoh utama perlawanan rakyat. Ia menyebut para pejuang Perang Manggopoh sejatinya layak dikenang sebagai pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan kehormatan masyarakat Minangkabau.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Perang Manggopoh memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi salah satu perlawanan rakyat yang dipicu oleh penolakan terhadap kebijakan belasting atau pajak yang diberlakukan pemerintah kolonial. Bahkan ketika banyak daerah lain telah menyerah, masyarakat Manggopoh tetap melanjutkan perjuangan bersenjata.

“Semoga peringatan ini semakin memperkuat jati diri kita sebagai generasi pejuang yang berani menegakkan kebenaran dan memerangi kemungkaran,” pungkasnya.

Upacara peringatan 117 Tahun Perang Manggopoh turut dihadiri unsur Forkopimda Plus Kabupaten Agam, anggota DPRD Provinsi Sumbar dan DPRD Kabupaten Agam, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, para staf ahli, asisten, kepala OPD, camat se-Kabupaten Agam, TP-PKK, GOW, Dharma Wanita, wali nagari, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, organisasi kemasyarakatan, LSM, serta insan pers. (adpsb/bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *