Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMAPENDIDIKANTERBARU

Anak Desa Berbekal Rp70 Ribu Luncurkan Buku Internasional, Ja’far Hasibuan Angkat Perjalanan Inovasi Biofar SS

3
×

Anak Desa Berbekal Rp70 Ribu Luncurkan Buku Internasional, Ja’far Hasibuan Angkat Perjalanan Inovasi Biofar SS

Sebarkan artikel ini
Muhammad Ja'far Hasibuan memperkenalkan buku bertaraf internasional "Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia"

JAKARTA, RELASI PUBLIK – Sebuah tonggak penting dalam pengembangan literasi akademik dan inovasi berbasis pengalaman empiris tercatat di Aula G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Jakarta, melalui Seminar dan Talkshow Peluncuran serta Bedah Buku Skala Internasional bertajuk “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia”.

Kegiatan yang digelar Mega Press Nusantara tersebut menjadi ruang diskusi ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu. Acara diikuti sekitar 500 peserta secara luring dan 1.500 peserta secara daring.

Muhammad Ja’far Hasibuan kepada awak media, Sabtu (1/8/2026), menjelaskan bahwa peluncuran bukunya mendapat dukungan resmi dari Perpustakaan Nasional RI, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta FKM UI.

“Launching dan bedah buku saya diresmikan atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui perwakilan pimpinan Polri. Saya saat ini merupakan mahasiswa Semester I Program Studi Magister Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU),” ujar Ja’far.

Menurutnya, peluncuran buku tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi maupun sosial tidak menghalangi seseorang untuk menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Dalam buku setebal lebih dari 400 halaman itu, Ja’far mengisahkan perjalanan hidupnya sebagai anak yatim asal desa terpencil di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Dengan bekal hanya Rp70 ribu saat merantau, ia membiayai pendidikan melalui usaha berjualan roti sambil menempuh kuliah.

Berbagai keterbatasan akses informasi, sumber daya, hingga tantangan sosial-ekonomi justru menjadi pijakan dalam melakukan riset lapangan, pengujian laboratorium, serta uji coba di masyarakat yang kemudian melahirkan inovasi Biofar SS. Formula inovasi tersebut hingga kini tetap dirahasiakan.

Ja’far mengatakan kepercayaan yang diberikan negara melalui Program Beasiswa Kapolri menjadi amanah untuk terus mengembangkan penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Seluruh kompetensi dan wawasan yang saya peroleh selama pendidikan saya arahkan menjadi karya terapan dan inovasi yang teruji secara ilmiah agar dapat diakses masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki keterbatasan pelayanan kesehatan. Dukungan pimpinan institusi dan para dosen menjadi landasan metodologis dan etis dalam setiap proses penelitian,” katanya.

Keunggulan buku ini, lanjutnya, terletak pada kemampuannya mengintegrasikan pengalaman hidup penulis dengan berbagai teori ilmiah yang diakui secara internasional. Penyusunannya didukung lebih dari 200 referensi ilmiah lintas disiplin sehingga tidak hanya menjadi buku motivasi, tetapi juga referensi akademik.

Kerangka teorinya mencakup Teori Modal Sosial dan Kapabilitas Manusia, Teori Aksi Terencana, Teori Keadilan Kesehatan, Determinan Sosial Kesehatan, hingga berbagai teori menengah seperti Psikologi Perkembangan, Teori Sistem Ekologi, Post-Traumatic Growth, Resiliensi (Ordinary Magic), Growth Mindset, serta Consolidated Framework for Implementation Research (CFIR).

Pada aspek manajemen, buku ini juga mengulas penerapan Prinsip Pareto 80/20, Matriks Eisenhower, metode RACI, dan Work Breakdown Structure (WBS) untuk menjelaskan proses pengembangan inovasi secara sistematis.

Acara dibuka oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang diwakili Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Komjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si. Sambutan Kapolri dibacakan oleh Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si.

Dalam sambutannya disampaikan bahwa karya Muhammad Ja’far Hasibuan membuktikan potensi anak bangsa tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh kejujuran, disiplin, ketekunan, dan kepedulian sosial.

Guru Besar FKM UI, Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc., menilai buku tersebut memiliki nilai akademik tinggi karena mampu menghubungkan pengalaman hidup autentik dengan teori-teori mutakhir di bidang kesehatan masyarakat, inovasi, dan kepemimpinan. Ia bahkan menyebut karya tersebut telah menjadi bahan diskusi di kalangan profesor serta membuka peluang bagi Ja’far untuk melanjutkan studi doktoral (S3) di Harvard University.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Rosleny Marliani, M.Si., CPP. Menurutnya, perjalanan hidup Ja’far dapat dipahami melalui perspektif psikologi perkembangan, resiliensi, dan aktualisasi diri, di mana berbagai keterbatasan justru membentuk karakter dan ketangguhan.

Sementara itu, Guru Besar FKM USU, Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes., menyebut karya tersebut sebagai kebanggaan keluarga, almamater, dan bangsa karena menunjukkan bahwa kerja keras, integritas, serta doa mampu melahirkan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan.

Apresiasi juga datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui perwakilan resminya, Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng., yang menetapkan Muhammad Ja’far Hasibuan sebagai Ikon Pemuda Terdaftar Resmi Kemenpora RI.

Selain itu, Perpustakaan Nasional RI menetapkan buku “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia” sebagai salah satu koleksi referensi nasional. Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi ilmiah, penyerahan buku, dan penandatanganan dokumen referensi.

Melalui pendekatan multidisiplin yang memadukan pengalaman empiris dengan teori ilmiah, buku tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi akademisi, peneliti, praktisi, maupun pembuat kebijakan, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Di akhir kegiatan, Muhammad Ja’far Hasibuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas kepercayaan yang diberikan melalui Program Beasiswa Kapolri untuk menempuh pendidikan di Universitas Sumatera Utara.

“Kepercayaan besar yang diberikan negara ini tidak pernah saya sia-siakan. Segala ilmu yang saya pelajari saya wujudkan dalam bentuk karya dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya. (Megy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *