ASAHAN, RELASI PUBLIK – Wisuda Sarjana Angkatan XXXV Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan yang digelar di Aula Hotel Marina Kisaran, Kamis (23/4/2026), bukan sekadar seremoni akademik. Momentum ini menjadi cerminan peran strategis perguruan tinggi keagamaan dalam mencetak intelektual Muslim di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Sebanyak 110 sarjana resmi diwisuda dari berbagai program studi, di antaranya Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Anak Usia Dini, Hukum Keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syariah, serta Komunikasi dan Penyiaran Islam. Lulusan ini diharapkan mampu berkontribusi nyata di tengah masyarakat dengan bekal keilmuan dan nilai-nilai keislaman.
Rektor IAIDU Asahan, Nilasari Siagian, menegaskan bahwa lulusan tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual.
“Wisuda ini bukan akhir, melainkan awal pengabdian. Ilmu yang dimiliki harus memberi manfaat dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Dalam perspektif yang lebih luas, keberadaan Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan dinilai berperan penting dalam membangun sumber daya manusia berbasis nilai Islam. Kebutuhan terhadap figur intelektual yang berakhlak dan kompeten semakin relevan di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi.
Ketua Yayasan PMDU Asahan, Muin Isma Nasution, menekankan bahwa keberhasilan lulusan tidak hanya diukur dari jabatan, tetapi dari sejauh mana kontribusinya bagi masyarakat.
Senada dengan itu, Sekretaris Kopertais Wilayah IX Sumatera Utara, Syawaluddin Nasution, menilai IAIDU telah menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan pendidikan Islam di daerah.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Asahan. Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan IAIDU, termasuk rencana peningkatan status kelembagaan menjadi universitas.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi era digital. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“Generasi muda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan jati diri dan nilai moral,” tegasnya.
Wisuda ini menjadi lebih dari sekadar perayaan akademik. Ia merupakan refleksi atas peran pendidikan dalam membentuk masa depan daerah. Di tengah dinamika global, kehadiran intelektual Muslim yang berintegritas menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang maju, berdaya saing, dan beradab. (Is)












