Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Dari GEMA JAMBA hingga ATM BUGIZ, Desa Tanjung Asri Bangun Ketahanan Keluarga Berbasis Inovasi

4
×

Dari GEMA JAMBA hingga ATM BUGIZ, Desa Tanjung Asri Bangun Ketahanan Keluarga Berbasis Inovasi

Sebarkan artikel ini
Tim Penggerak PKK Asahan meninjau kegiatan pangkas remaja di Desa Tanjung Asri.(dok/ist)

ASAHAN, RELASI PUBLIK – Upaya membangun keluarga yang tangguh di tengah perkembangan era digital memerlukan kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan. Hal itu tergambar dari berbagai program yang dijalankan masyarakat Desa Tanjung Asri, Kecamatan Sei Dadap, saat dikunjungi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, bersama Staf Ahli PKK Kabupaten Asahan Ny. Juni Rianto, Rabu (10/6/2026) sore.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari monitoring pelaksanaan Program Pokja I PKK yang berfokus pada pembinaan keluarga dan implementasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI). Program ini menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat kualitas keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah.

Dalam agenda tersebut, rombongan yang turut didampingi Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Asahan Rahmanto S.Sos., M.Si, Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Asahan Drs. Ilham MM, serta OPD pendamping lainnya, melihat secara langsung sejumlah inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat.

Salah satu yang menarik perhatian adalah keberadaan Kolam Ikan Remaja, Pangkas Remaja Kita, dan Bengkel Remaja Mandiri. Ketiga program ini tidak hanya menyediakan ruang aktivitas positif bagi anak muda, tetapi juga menjadi media pembelajaran kewirausahaan dan pengembangan keterampilan hidup yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

Di sektor literasi dan kesehatan keluarga, Desa Tanjung Asri menghadirkan ATM BUGIZ (Antar Jemput Buku dan Gizi), sebuah inovasi kolaboratif antara Dasawisma Mawar dan Perpustakaan Desa Cerdas Prestasi. Program tersebut mengintegrasikan layanan peminjaman buku dengan edukasi pemenuhan gizi keluarga, sehingga aspek intelektual dan kesehatan masyarakat dapat berkembang secara bersamaan.

Sementara itu, Dasawisma Dahlia I memperkenalkan GEMA JAMBA (Gerakan Matikan TV dan Gadget di Jam Ibadah), sebuah gerakan sosial yang mengajak keluarga membatasi penggunaan televisi dan gawai pada pukul 18.00 WIB hingga 20.00 WIB. Waktu tersebut diarahkan untuk beribadah, belajar bersama, dan memperkuat interaksi antaranggota keluarga sebagai benteng menghadapi dampak negatif penggunaan teknologi yang berlebihan.

Kegiatan monitoring juga diisi dengan penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai bagian dari pemenuhan hak sipil anak dan peningkatan kesadaran administrasi kependudukan. Di samping itu, bantuan dari organisasi perangkat daerah pendamping diserahkan kepada Desa Tanjung Asri untuk mendukung penguatan program yang telah berjalan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan partisipasi aktif masyarakat dalam menghadirkan berbagai inovasi tersebut.

Menurutnya, keberhasilan program Pokja I tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu membangun karakter, memperkuat pola asuh anak dan remaja, serta menanamkan nilai-nilai sosial dan keagamaan di lingkungan keluarga.

Yusnila berharap berbagai inovasi yang tumbuh di Desa Tanjung Asri dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Asahan dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, religius, maju, dan berkelanjutan melalui penguatan institusi keluarga.(is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *