Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Pengurus Dalihan Natolu Tabagsel Asahan Dilantik, 17 Persen Potensi Warga Siap Digerakkan

1
×

Pengurus Dalihan Natolu Tabagsel Asahan Dilantik, 17 Persen Potensi Warga Siap Digerakkan

Sebarkan artikel ini
Pelantikan pengurus Dalihan Natolu Tabagsel Asahan periode 2025-2029 di Sopo Godang Kisaran Barat
Prosesi pelantikan pengurus Lembaga Adat Dalihan Natolu Tabagsel Kabupaten Asahan.(dok/is)

ASAHAN, RELASI PUBLIK – Pelantikan pengurus Lembaga Adat Dalihan Natolu Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) Kabupaten Asahan periode 2025–2029 menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran organisasi adat dalam pembangunan daerah.

Kegiatan yang digelar di Sopo Godang Tabagsel, Sabtu (25/4/2026), tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menandai konsolidasi kekuatan sosial masyarakat Tabagsel di Asahan.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting dari unsur pemerintah daerah hingga legislatif, yang menunjukkan dukungan terhadap eksistensi lembaga adat dalam sistem pembangunan.

Dalam sambutan Bupati Asahan yang dibacakan Asisten I, M. Azmi Ismail, ditegaskan bahwa organisasi adat memiliki posisi strategis dalam menjembatani aspirasi masyarakat. Lembaga adat dinilai mampu berperan dalam berbagai sektor, mulai dari sosial, budaya, hingga ekonomi dan politik lokal.

“Organisasi ini diharapkan mampu tumbuh menjadi mitra pemerintah dalam mendukung program pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas manajerial pengurus agar mampu menjalankan organisasi secara profesional dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Tabagsel terpilih, Nauli Parlaungan Siregar, mengungkapkan bahwa masyarakat Tabagsel di Kabupaten Asahan mencapai sekitar 17 persen dari total populasi.

Angka tersebut dinilai sebagai potensi besar dalam membangun kekuatan sosial berbasis komunitas yang terorganisir.

“Ini adalah kekuatan yang harus kita satukan untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Asahan,” katanya.

Ia menambahkan, program kerja ke depan akan difokuskan pada kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat, termasuk penguatan solidaritas sosial serta pelestarian budaya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan peran lembaga adat dalam menghadapi tantangan modernisasi, sekaligus memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah masyarakat. (Is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *