Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Mahyeldi Resmikan Pusat Studi Terowongan Pertama di Indonesia, Dukung Infrastruktur Modern Sumbar

25
×

Mahyeldi Resmikan Pusat Studi Terowongan Pertama di Indonesia, Dukung Infrastruktur Modern Sumbar

Sebarkan artikel ini

SUMBAR, RELASI PUBLIK– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyambut pendirian Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (PUSTROIB) di Universitas Andalas sebagai langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul sekaligus menjawab tantangan pembangunan infrastruktur modern di daerah yang memiliki karakter geografis kompleks.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat menghadiri kegiatan HK Mengajar Inspiring Leaders, penandatanganan Nota Kesepahaman Tridarma Perguruan Tinggi, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Inovasi dan Bisnis, serta peresmian PUSTROIB di Convention Hall Universitas Andalas, Limau Manis, Padang, Jumat (5/6/2026).

Menurut Mahyeldi, kehadiran pusat studi tersebut sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan Sumatera Barat yang didominasi kawasan pegunungan, lembah, dan wilayah rawan bencana sehingga memerlukan pendekatan pembangunan berbasis teknologi, inovasi, dan riset yang kuat.

“Pendirian PUSTROIB merupakan langkah yang sangat visioner. Sumatera Barat membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks di masa depan,” ujarnya.

Mahyeldi menilai keberadaan PUSTROIB akan menjadi fondasi penting dalam mendukung berbagai proyek strategis nasional, terutama pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru yang saat ini difokuskan pada ruas Sicincin–Bukittinggi.

Menurutnya, ruas tol tersebut akan melintasi kawasan bertopografi ekstrem, hutan lindung, serta sejumlah titik yang membutuhkan teknologi konstruksi tingkat tinggi, termasuk pembangunan dua terowongan dengan total panjang sekitar 5,85 kilometer.

“Kami berharap Sumatera Barat tidak hanya menjadi lokasi pembangunan infrastruktur strategis nasional, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung pembangunan Indonesia secara berkelanjutan,” katanya.

Mahyeldi menambahkan, pembangunan terowongan bukanlah hal baru di Sumbar. Sejarah pembangunan jalur kereta api dan berbagai infrastruktur lainnya telah mengenal teknologi terowongan sejak lama. Karena itu, kehadiran PUSTROIB menjadi upaya memperkuat sekaligus memodernisasi kompetensi yang telah dimiliki daerah.

Ia juga mendorong agar PUSTROIB berkembang menjadi pusat unggulan nasional yang mampu mempertemukan dunia akademik, industri, pemerintah, dan para pakar internasional dalam satu ekosistem kolaboratif.

“Kehadiran Pusat Studi Terowongan di Universitas Andalas sangat tepat. Ini menjadi langkah awal yang baik untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan sekaligus mewujudkan rencana besar pembangunan Sumatera Barat ke depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi mengajak mahasiswa Universitas Andalas memanfaatkan peluang kolaborasi dengan dunia industri guna meningkatkan kompetensi dan kesiapan menghadapi kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

“Di kampus mahasiswa memperoleh teori dan metodologi. Namun di lapangan mereka akan berhadapan dengan persoalan yang lebih kompleks. Karena itu, kesempatan belajar dan berkolaborasi dengan dunia industri harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.

Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi kepada PT Hutama Karya yang dinilai konsisten mendukung pengembangan pendidikan tinggi melalui berbagai program kolaborasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Hutama Karya dan Universitas Andalas yang terus membangun sinergi dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing global,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Universitas Andalas yang juga Komisaris Utama PT Hutama Karya, Denny Abdi, mengatakan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumatera.

Menurutnya, konektivitas yang semakin baik akan mempercepat arus barang, jasa, dan investasi sehingga memperkuat keterhubungan Sumatera Barat dengan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera.

“Jika ruas tol ini tersambung, perputaran ekonomi akan meningkat signifikan. Ini bukan hanya untuk Sumatera Barat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi Pulau Sumatera,” ujarnya.

Denny menjelaskan, salah satu tantangan terbesar pembangunan ruas Sicincin–Bukittinggi terletak pada aspek teknologi konstruksi. Karena itu, keberadaan PUSTROIB menjadi sangat penting dalam mendukung pengembangan keahlian, riset, dan inovasi di bidang konstruksi terowongan.

“Pusat Studi Terowongan ini menjadi yang pertama di Indonesia. Kehadirannya sangat penting karena pada ruas Sicincin–Bukittinggi akan dibangun terowongan sepanjang sekitar 5,8 kilometer yang menjadi salah satu terpanjang di Indonesia,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Universitas Andalas dan PT Hutama Karya menandatangani Nota Kesepahaman tentang Tridarma Perguruan Tinggi, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Inovasi dan Bisnis, serta pendirian PUSTROIB.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan riset terowongan dan infrastruktur bawah tanah di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai pusat inovasi pembangunan infrastruktur nasional. (adpsb/cen/bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *