Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Mahyeldi Ajak Kampus di Sumbar Jadikan Hibah 7.000 Buku Tamil sebagai Penguat Riset dan Pelestarian Sejarah Minangkabau

14
×

Mahyeldi Ajak Kampus di Sumbar Jadikan Hibah 7.000 Buku Tamil sebagai Penguat Riset dan Pelestarian Sejarah Minangkabau

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyerahkan secara simbolis hibah 7.000 buku sastra klasik Tamil dari Pemerintah Tamil Nadu kepada perwakilan perguruan tinggi se-Sumatera Barat di Istana Gubernur, Padang, Jumat (24/7/2026).

SUMBAR, RELASI PUBLIK – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengajak seluruh perguruan tinggi di Sumbar memanfaatkan hibah 7.000 buku sastra klasik Tamil dari Pemerintah Tamil Nadu, India, sebagai sarana memperkuat riset, dokumentasi, dan pelestarian sejarah serta budaya Minangkabau.

Ajakan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri penyerahan hibah buku sastra klasik Tamil melalui Yayasan Satu Pena kepada para rektor perguruan tinggi se-Sumbar di Istana Gubernur, Jumat (24/7/2026).

Menurut Mahyeldi, Sumatera Barat memiliki jejak peradaban yang sangat tua, namun masih memerlukan lebih banyak penelitian dan dokumentasi ilmiah agar kekayaan sejarah daerah dikenal secara luas di tingkat nasional maupun internasional.

“India mampu menjaga karya sastra yang telah berusia dua ribu tahun. Artinya, mereka sangat menghargai peradaban, literasi, dan sejarah bangsanya. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita,” ujar Mahyeldi.

Ia menuturkan berbagai temuan arkeologi di Sumbar, seperti Gua Lida Ajer, Situjuh, hingga kawasan Menhir Maek, menjadi bukti bahwa wilayah tersebut telah dihuni manusia sejak puluhan ribu tahun silam.

“Dari berbagai temuan itu, kita mengetahui bahwa Sumatera Barat telah memiliki peradaban sejak puluhan ribu tahun silam. Sayangnya, banyak warisan sejarah kita yang belum terdokumentasi dan dipublikasikan dengan baik sebagaimana dilakukan India,” katanya.

Karena itu, Mahyeldi mendorong perguruan tinggi mengambil peran strategis dalam memperkuat penelitian, pendokumentasian, penerjemahan, hingga publikasi berbagai karya sejarah, sastra, dan budaya Minangkabau.

“Saya berharap hibah buku ini menjadi inspirasi bagi kampus-kampus di Sumatera Barat untuk lebih serius mendokumentasikan dan mengembangkan khazanah budaya Minangkabau. Kita memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa dan harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Mahyeldi juga mengenang kunjungannya ke Kota Chennai pada 2018 saat menjabat sebagai Wali Kota Padang. Kunjungan tersebut menghasilkan kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di Chennai sebagai bagian dari penguatan hubungan pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan India.

Ia menambahkan, hubungan Indonesia dan India telah terjalin erat sejak lama. Salah satu bukti sejarahnya adalah bantuan beras yang dikirim Presiden Soekarno kepada India ketika negara tersebut mengalami krisis pangan.

“Hubungan Indonesia dan India memiliki sejarah panjang. Karena itu, diplomasi budaya seperti ini harus terus diperkuat agar kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan peradaban semakin berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) IV sekaligus Ketua Satu Pena Sumbar, Sastri Bakry, menjelaskan hibah tersebut berasal dari Pemerintah Tamil Nadu dan semula direncanakan diserahkan pada pelaksanaan IMLF. Namun, proses distribusinya tertunda akibat kendala administrasi dan pengeluaran barang di Pelabuhan Belawan.

Menurut Sastri, proses pengeluaran ribuan buku dari pelabuhan membutuhkan waktu dan koordinasi yang cukup panjang. Berkat dukungan Pemerintah Tamil Nadu, termasuk bantuan biaya distribusi, hibah tersebut akhirnya tiba di Sumatera Barat dan dapat disalurkan kepada perguruan tinggi.

“Buku ini akhirnya bisa sampai ke Sumatera Barat setelah melalui proses yang cukup panjang. Alhamdulillah, Pemerintah Tamil Nadu juga memberikan dukungan penuh sehingga hibah ini dapat diterima dan disalurkan kepada perguruan tinggi,” katanya.

Sebanyak 7.000 buku yang dihibahkan terdiri atas empat kategori, yakni sastra klasik Tamil berusia 1.000 hingga 2.000 tahun, sastra modern, filsafat, serta buku-buku referensi akademik. Seluruh koleksi akan didistribusikan kepada perguruan tinggi di Sumatera Barat sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Sastri menegaskan, hibah tersebut bukan sekadar menambah koleksi perpustakaan, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi budaya yang diharapkan dapat mempererat hubungan Sumatera Barat dengan Pemerintah Tamil Nadu sekaligus membuka peluang kerja sama akademik, penelitian, dan pertukaran pengetahuan di masa mendatang. (adpsb/cen/bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *