Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMABISNISDAERAHTERBARU

Mahyeldi: Literasi Keuangan Syariah Bentengi Generasi Muda dari Investasi Ilegal

2
×

Mahyeldi: Literasi Keuangan Syariah Bentengi Generasi Muda dari Investasi Ilegal

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah membuka Sharia Financial Talk SHIFT 2026 di Aula Bank Indonesia Sumbar.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membuka Sharia Financial Talk (SHIFT) 2026 yang menjadi bagian dari Sumbar Syariah Innovation Festival (SIF) 2026 sebagai upaya memperkuat literasi keuangan syariah bagi generasi muda.

SUMBAR, RELASI PUBLIK – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan syariah sebagai bekal utama generasi muda menghadapi tantangan era digital, mulai dari maraknya investasi ilegal, pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga berbagai bentuk penipuan berbasis teknologi.

Hal tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Sharia Financial Talk (SHIFT) 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian Sumbar Syariah Innovation Festival (SIF) 2026, di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Mahyeldi, perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), telah menghadirkan berbagai peluang sekaligus risiko baru dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, generasi muda tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak.

“Literasi keuangan menjadi bekal penting agar generasi muda mampu mengelola pendapatan, membangun kebiasaan menabung, serta berinvestasi sesuai prinsip-prinsip syariah. Dengan bekal itu, mereka tidak mudah terjebak pada praktik investasi ilegal, pinjaman online ilegal, maupun berbagai bentuk penipuan digital,” ujar Mahyeldi.

Ia menilai penguatan literasi keuangan syariah merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh, berintegritas, dan memiliki daya saing tinggi, terutama menjelang bonus demografi Indonesia.

Selain meningkatkan kecakapan finansial, Mahyeldi juga mengajak generasi muda untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan. Menurutnya, sejarah Islam menunjukkan banyak tokoh besar yang mampu membangun peradaban melalui dunia usaha.

“Wirausaha tidak hanya menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian, tetapi juga menjadi sarana menghadirkan kemaslahatan melalui zakat, infak, dan sedekah,” katanya.

Mahyeldi mengungkapkan bahwa rasio kewirausahaan Indonesia hingga kini masih berada pada kisaran satu digit. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk melahirkan lebih banyak wirausaha muda, termasuk dari Sumatera Barat.

Menurutnya, nilai-nilai ekonomi syariah yang menjunjung tinggi keadilan, transparansi, tanggung jawab, dan keberlanjutan selaras dengan falsafah masyarakat Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Penguatan literasi keuangan syariah bukan hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas,” ujarnya.

Mahyeldi juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam setiap aspek kehidupan. Ia berharap generasi muda mampu menyelaraskan pikiran, perkataan, dan perbuatan sehingga menjadi pribadi yang dipercaya serta mampu memberikan kontribusi bagi daerah, bangsa, bahkan dunia.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) BeraniKarya.id, Reza Firmansyah HSB, menjelaskan bahwa BeraniKarya.id merupakan platform kepemudaan yang berfokus pada penguatan ekosistem ekonomi syariah sebagai wadah bagi generasi muda untuk berkarya, bertumbuh, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menurut Reza, BeraniKarya.id menjalankan tiga program utama, yakni peningkatan literasi ekonomi syariah, penguatan kapasitas generasi muda melalui berbagai pelatihan keterampilan, serta pemberdayaan sosial berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga dan komunitas.

Ia menambahkan, penyelenggaraan SHIFT 2026 bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah melalui sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, komunitas, dunia pendidikan, dan kalangan muda.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumbar berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki literasi keuangan syariah yang baik, berjiwa wirausaha, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah yang berlandaskan nilai-nilai syariah dan kearifan lokal.

(adpsb/rmz/bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *