KUPANG — Upaya memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terus dilakukan TPK Kupang melalui kegiatan sharing session bertajuk “Budaya K3: Kunci Produktivitas dan Keselamatan Kerja” yang digelar di area operasional terminal, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan budaya K3 TPK Kupang ini diikuti puluhan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) sebagai bagian dari peningkatan kesadaran terhadap pentingnya prosedur kerja aman, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta peran K3 dalam mendukung produktivitas dan keandalan operasional terminal.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan pemahaman terkait pentingnya penggunaan APD secara konsisten, penerapan komunikasi kerja yang efektif selama proses bongkar muat, serta langkah mitigasi risiko kecelakaan kerja di lingkungan terminal yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Terminal Head TPK Kupang, Andhik Wahyu Kristianto, menjelaskan bahwa penguatan budaya K3 TPK Kupang menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Menurutnya, pekerja harus mampu mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini, meningkatkan kewaspadaan dalam setiap aktivitas operasional, serta membangun pola kerja yang terkoordinasi guna meminimalkan risiko kecelakaan.
“Bagi kami, tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa manusia. Kegiatan ini bukan sekadar edukasi, tetapi forum dialog untuk mendengar langsung kendala di lapangan. Kami ingin memastikan setiap pekerja pulang dengan selamat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara manajemen terminal dan TKBM menjadi kunci utama dalam mewujudkan target Zero Accident atau nol kecelakaan kerja, sekaligus menjaga kelancaran arus logistik di terminal.
Sementara itu, salah satu TKBM, Oriaser Metboki, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia menilai pendekatan dialogis yang dilakukan manajemen sangat membantu pekerja memahami pentingnya keselamatan kerja.
“Kami merasa sangat terbantu. Di lapangan, karena ritme kerja cepat, kadang kami lalai. Kegiatan ini mengingatkan bahwa keluarga menunggu di rumah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, TPK Kupang menargetkan penurunan risiko kecelakaan kerja secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Hal ini diharapkan tercapai melalui tenaga kerja yang lebih disiplin, patuh terhadap prosedur, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja.
Dengan penguatan budaya K3, setiap aktivitas bongkar muat di terminal diharapkan dapat berjalan lebih aman, lancar, dan produktif.












