Painan, Relasi Publik – Seorang warga Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang oknum wali nagari pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Peristiwa yang terjadi di tepi Jalan Lintas Sumatera ruas Painan–Kambang itu sempat menjadi perhatian warga yang melintas. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, oknum wali nagari tersebut diduga mendatangi kediaman warga bersama beberapa orang lainnya dan terlibat adu mulut dengan warga yang bersangkutan.
“Benar, Wali Nagari Roni Eka Putra mendatangi kediaman Robi Putra Utama. Saya melihat Robi dibawa keluar menuju jalan oleh wali nagari bersama rombongannya,” ujar seorang warga yang mengaku bernama Anto saat ditemui di lokasi.
Namun, Anto mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab terjadinya peristiwa tersebut.
Keterangan serupa juga disampaikan oleh warga lainnya.
“Informasinya memang terjadi perselisihan. Saya mendengar Robi hampir dikeroyok secara bersama-sama oleh wali nagari dan rombongannya di rumahnya,” kata Indra (45).
Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, peristiwa tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman yang terjadi antara Robi Putra Utama dengan istri wali nagari saat berada di Kantor Kecamatan Batang Kapas beberapa waktu sebelumnya.
Pada malam harinya, Wali Nagari IV Koto Hilie bersama sejumlah orang mendatangi kediaman Robi Putra Utama.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Robi membenarkan bahwa dirinya didatangi oleh Wali Nagari IV Koto Hilie bersama wali kampung dan beberapa pemuda.
Menurut pengakuannya, saat itu ia sedang duduk di warung milik tetangganya ketika wali nagari datang dan menarik dirinya menuju kendaraan.
“‘Mari kita antarkan saja dia ini ke kantor polisi,’ begitu yang saya dengar. Namun penyampaiannya menurut saya dengan nada kasar,” ujar Robi.
Robi mengaku sempat mempertanyakan dasar dirinya akan dibawa ke kantor polisi. Menurutnya, wali nagari menyampaikan bahwa ada laporan dari warga yang menyebut dirinya telah mengucapkan kata-kata yang tidak pantas kepada istri wali nagari.
“Saya tidak pernah berkata kasar kepada siapa pun. Karena itu saya meminta agar tuduhan tersebut dibuktikan. Namun situasi justru semakin memanas dan saya merasa mendapat ancaman dari beberapa orang yang datang bersama wali nagari,” katanya.
Merasa tidak terima atas perlakuan yang diterimanya, Robi menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan membuat laporan ke pihak kepolisian.
“Menurut saya ini sudah keterlaluan. Saya berencana membuat laporan polisi,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Nagari IV Koto Hilie, Roni Eka Putra, telah diupayakan untuk dikonfirmasi melalui nomor WhatsApp pribadinya. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Media ini masih berupaya memperoleh keterangan dari pihak terkait guna mendapatkan informasi yang berimbang. (Ferdi)












