KOTO TINGGI, RELASIPUBLIK — Dalam rangka menggali nilai-nilai historis perjuangan bangsa sekaligus memetakan potensi wisata edukasi nagari, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) Reguler II melakukan kunjungan eksplorasi ke Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kawasan monumen dan museum sejarah ini berlokasi di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Museum PDRI didirikan untuk mengabadikan babak krusial dalam sejarah mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ketika Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948 dan menawan Presiden Soekarno serta Wakil Presiden Mohammad Hatta di Yogyakarta, eksistensi Republik Indonesia berada di ujung tanduk.
Di tengah krisis tersebut, mandat darurat diteruskan untuk membentuk kabinet darurat di Sumatra Barat. Nagari Koto Tinggi di kawasan perbukitan Gunung Omeh pun bertransformasi menjadi salah satu benteng pertahanan dan pusat koordinasi gerilya para pemimpin PDRI. Kehadiran PDRI membuktikan kepada dunia internasional bahwa pemerintahan dan kedaulatan Republik Indonesia masih berdiri tegak.
Perwakilan mahasiswa KKN Unand Reguler II Nagari Koto Tinggi menyampaikan bahwa Museum PDRI bukan hanya sekadar bangunan memorabilia, melainkan modal strategis untuk memajukan pariwisata berbasis edukasi kebangsaan.”Nagari Koto Tinggi memiliki warisan sejarah berskala nasional. Melalui kunjungan ini, kami mengumpulkan materi dokumentasi dan narasi sejarah untuk dikemas ke dalam media promosi modern. Kami ingin generasi muda paham bahwa di bukit-bukit Nagari Koto Tinggi inilah kedaulatan bangsa pernah diselamatkan,” tuturnya.
Eksplorasi ini diharapkan dapat memperkuat branding Nagari Koto Tinggi, Gunung Omeh, sebagai destinasi wisata sejarah dan bela negara unggulan di Kabupaten Lima Puluh Kota.













