Muara Teweh, Relasi Publik – Akibat melonjaknya harga gas LPG 3kg bersubsidi, beberapa ibu rumah tangga kembali mengeluh, karena harga LPG 3kg naik drastis tembus rp. 60.000- 65.000. Harga tersebut jauh melambung melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) dan maraknya kelangkaan yang diduga akibat lemahnya pengawasan distribusi.
Kepala Desa Muara Wakat Herlian ketika ditemui Senin 6/7/2026 mengatakan, harga LPG 3kg di Desanya baru-baru ini melonjak tinggi menjadi rp. 60.000, itupun barangnya terbatas. Melonjaknya harga LPG 3kg sangat berdampak pada Warga Desa Muara Wakat kurang lebih 125 KK, karena selama ini menggunakan LPG.
” Kasihan masyarakat, apalagi saat ini semua barang kebutuhan sehari-hari serba mahal, sementara warga saya hidupnya pas-pasan”, ujar Herlian.
Ia menduga kasus ini umumnya dipicu oleh penyaluran yang tidak tepat sasaran dan minimnya pengawasan dalam tindakan tegas terhadap oknum pengecer nakal.
Seperti diketahui kelangkaan dan lonjakan harga gas melon juga kembali meresahkan warga di kabupaten Barito Utara dalam beberapa pekan terakhir. Pantauan di Lapangan di tingkat pengecer, harga gas bersubsidi ini melambung hingga mencapai Rp. 65.000 per tabung, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah sebesar Rp25.000 hingga Rp 35.000 per tabung. Kondisi ini membuat kalangan menengah ke bawah dan pelaku usaha mikro, menjeriit.
Melonjaknya gas LPG 3kg yang terjadi di kabupaten Barito Utara sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat. Melambungnya harga gas LPG di Barito Utara sampai berita ini diturunkan belum berhasil mendapat tanggapan dari pihak terkait ( disdagrin) setempat.(ca)













