Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMATERBARU

Pembangunan KOPDES Merah putih Di Sorot Warga Cangkaramaan , Lahan Produktif Jadi Polemik

9
×

Pembangunan KOPDES Merah putih Di Sorot Warga Cangkaramaan , Lahan Produktif Jadi Polemik

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Relasipublik.com – Langkah pemerintah desa Cangkaramaan menyediakan lahan untuk Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Cangkaramaan, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, mulai di sorot oleh sejumlah warga. Proyek yang dibangun di atas tanah kas desa berupa lahan sawah produktif tersebut dinilai mengabaikan berbagai masukan dan pertimbangan yang telah di usulkan oleh sejumlah Masyarakat.

warga menyebutkan bahwa sejak awal telah memberikan saran kepada Pemerintah Desa Cangkaramaan agar pembangunan KDMP tidak dilakukan di atas lahan pertanian yang masih produktif. Warga menilai masih terdapat lahan strategis sebagai alternatif yaitu lokasi lain dan tidak produktif, lahan yang di maksud adalah di belakang balai desa.

Ayon Rahman, salah satu warga yang mengaku sebagai pemerhati lingkungan, menyampaikan bahwa berbagai masukan telah disampaikan kepada Kepala Desa Cangkaramaan, Abdussalam. Namun, menurutnya, saran tersebut tidak mendapat respon positif sebagaimana yang diharapkan masyarakat.

“Warga sudah memberikan usulan agar pembangunan dipindahkan ke tanah kas desa yang tidak produktif yakni di belakang balai desa. Namun pembangunan tetap dilaksanakan di lahan sawah produktif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ayon mengungkapkan bahwa unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Kangayan juga telah ikut memberikan masukan agar pembangunan tidak dilakukan di atas lahan pertanian produktif. Akan tetapi, pembangunan tetap berlanjut sesuai lokasi yang telah ditentukan oleh pemerintah desa.

Menurutnya, keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai dasar pertimbangan pemilihan lokasi pembangunan, mengingat masih terdapat aset desa lain yang dinilai lebih strategis dan tidak mengganggu keberlangsungan fungsi lahan pertanian.

Persoalan ini memunculkan harapan agar pemerintah desa dapat memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat terkait alasan teknis maupun administratif yang menjadi dasar pemilihan lokasi pembangunan KDMP tersebut. Transparansi dinilai penting guna menghindari munculnya polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Menanggapi polemik tersebut, kepala desa Cangkaramaan, Abdussalam memberikan penjelasan terkait lahan yang jadi polemik.ia berujar lahan yang di bangun KOPDES saat ini sangat cocok dan strategis karena tidak akan menghambat aktivitas lainnya.

“kalau pembangunan koperasi desa merah putih jauh dari pemukiman penduduk siapa yang akan bertransaksi” pungkasnya

(M@g)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *