Relasipublik.com – Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi kembali dilakukan oleh PT Pertamina (Persero).
Beberapa jenis BBM nonsubsidi Pertamina mengalami kenaikan harga yang mulai berlaku per 4 Mei 2026.
Kenaikan ini menjadi perubahan harga yang kedua kalinya sejak pengumuman Pertamina pada 18 April 2026 untuk sejumlah BBM nonsubsidi.
Harga Baru Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex
Mengutip dari laman resmi milik Pertamina pada Senin, 4 Mei 2026, penyesuaian harga dilakukan kepada BBM nonsubsidi jenis Pertama Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Pertamax Turbo naik dari harga Rp19.400 per liter menjadi Rp19.900 per liter.
Kemudian untuk Dexlite, kenaikan harganya dari Rp23.600 per liter menjadi Rp26.000 per liter.
Kenaikan paling banyak terjadi pada Pertamina Dex, yakni dari harga Rp 23.900 per liter menjadi Rp27.900.
Harga Tetap untuk Dua Jenis BBM Nonsubsidi dan BBM Subsidi
Sementara itu, pada periode penyesuaian harga kali ini untuk BBM nonsubsidi Pertamax dan Pertamax Green tidak mengalami kenaikan harga.
Dua jenis BBM tersebut, masih dijual dengan harga Rp12.300 per liter untuk Pertamax dan Pertamax Green dijual Rp12.900 per liter.
Harga BBM subsidi juga masih aman tanpa kenaikan harga.
Pertalite masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Harga BBM Nonsubsidi Ikut Dinamika Harga Minyak Mentah Dunia
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun mengungkapkan bahwa penyesuaian harga mengacu salah satunya pada pertimbangan pada harga minyak mentah di pasar global.
“Produk nonsubsidi pada prinsipnya mengikuti harga keekonomian dan mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku,” ujar Roberth dalam keterangannya pada Senin, 4 Mei 2026.
“Namun sebagai BUMN yang menjalankan mandat strategis negara, Pertamina tidak hanya mempertimbangkan aspek bisnis semata, tetapi juga memperhatikan kondisi terkini di masyarakat, daya beli pelanggan golongan pengguna BBM nonsubsidi, serta stabilitas nasional,” lanjutnya.
Lebih lanjut, saat menyesuaikan harga baru, Roberth menyebut bahwa Pertamina Patra Niaga tetap mempertimbangkan beberapa faktor lain, seperti sosial ekonomi serta kebutuhan untuk menjaga situasi yang kondusif.
“Karena itu tidak semua produk mengalami penyesuaian harga, sebagian tetap dipertahankan agar tetap kompetitif serta relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Sebelumnya, dalam periode kenaikan harga BBM nonsubsidi 18 April 2026, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut bahwa harga Pertamax dan Pertamax Green 95 tidak mengalami kenaikan karena kedua jenis BBM nonsubsidi tersebut banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.
“Harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap, agar kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” kata Baron dalam keterangannya pada 18 April 2026 lalu.(@red).












