ASAHAN, RELASI PUBLIK – Dentuman gondang menggema di Aula Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, Rabu pagi. Suasana Musrenbang RKPD Sumatera Utara 2027 terasa semarak, bukan sekadar forum perencanaan, tetapi juga panggung solidaritas antar daerah.
Di tengah deretan kepala daerah, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, melangkah ke depan saat namanya dipanggil. Ia menerima piagam penghargaan dari Tito Karnavian sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Pemerintah Kabupaten Asahan dalam membantu korban bencana di Kabupaten Bireuen, Aceh.
Penghargaan tersebut bukan sekadar simbol administratif. Di baliknya, tersimpan nilai kemanusiaan yang kuat. Bantuan yang disalurkan menjadi bukti bahwa solidaritas tidak mengenal batas wilayah.
“Semoga apa yang kita lakukan dapat mempercepat pemulihan saudara-saudara kita di Bireuen,” ujar Taufik Zainal Abidin Siregar.
Menurutnya, penghargaan itu bukan hanya milik pemerintah daerah, melainkan juga masyarakat Asahan yang telah menunjukkan empati dan kepedulian.
Forum Musrenbang berlangsung dinamis. Rangkaian acara dimulai dari lagu kebangsaan, doa, hingga pertunjukan budaya seperti lompat batu dan tarian kolosal yang memukau para peserta.
Di sela kegiatan, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, memaparkan arah pembangunan daerah tahun 2027. Ia menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Tito Karnavian menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Utara yang telah melampaui rata-rata nasional, sembari mengingatkan perlunya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.
Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan. Forum ini menjadi ruang bertemunya gagasan, strategi, dan harapan untuk masa depan pembangunan daerah.
Bagi Taufik Zainal Abidin Siregar, momentum ini menjadi sarana memperkuat kolaborasi lintas daerah.
“Dengan gotong royong dan sinergi, kita bisa mewujudkan Asahan yang sejahtera, religius, maju, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Saat acara ditutup dengan pemukulan gondang, gema yang mengalun seolah menjadi simbol semangat kebersamaan. Bahwa pembangunan tidak hanya soal perencanaan, tetapi juga tentang kepedulian dan solidaritas antarsesama. (Is)












