Sumenep, Globalindo.net – Aparat Kepolisian Daerah Jawa Timur mengamankan dugaan pelaku tambang liar Galian C ilegal di Kabupaten Sumenep Jawa Timur.
Dalam operasi penertiban yang dilakukan di salah satu titik tambang, polisi berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku utama kegiatan pertambangan tanpa izin.
Informasi yang dihimpun awak media ini dua pelaku tersebut diketahui berinisial T dan M. Keduanya diamankan saat aktivitas pengerukan material tengah berlangsung menggunakan alat berat dan sejumlah truk pengangkut hasil tambang.
Dari lokasi kejadian, polisi dikabarkan menyita satu unit ekskavator yang digunakan untuk mengeruk material tambang. Barang bukti tersebut kini dititipkan di Polres Sumenep guna kepentingan proses hukum lebih lanjut.
Selain ekskavator, petugas juga melakukan pendataan terhadap kendaraan pengangkut material yang berada di lokasi.
Pada akhirnya, praktik Galian C ilegal tersebut kandas di tangan Polda Jatim. Senin lalu, dua terduga pelaku berinisial (T) dan (M) telah dibawa dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Jatim.
Informasi tersebut berdasarkan sumber internal yang menyebutkan bahwa proses hukum kini sepenuhnya ditangani oleh Polda Jatim untuk pendalaman kasus.
Pantauan Media ini, aktivitas Galian C ilegal tersebut diduga telah berlangsung cukup lama dan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan. Perubahan kontur tanah di area tambang terlihat signifikan dan dikhawatirkan dapat memicu bencana ekologis seperti longsor maupun banjir saat musim penghujan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh kegiatan pertambangan wajib mengantongi izin resmi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Setiap bentuk aktivitas tanpa legalitas yang sah dapat dikenakan sanksi pidana berupa hukuman penjara dan denda sesuai peraturan yang berlaku.
Kasus ini menjadi sinyal tegas bahwa aparat penegak hukum tidak akan memberi ruang bagi praktik tambang ilegal yang merugikan daerah dan merusak lingkungan. Pengembangan kasus pun masih terus dilakukan untuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat.(@Noung daeng ).














