Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMAPERISTIWATERBARU

Ancam Warga Dengan Sajam, Seorang Warga dibogem Massa di Sungai Sirah

178
×

Ancam Warga Dengan Sajam, Seorang Warga dibogem Massa di Sungai Sirah

Sebarkan artikel ini
Mobil ambulans membawa warga berinisial PD yang mengalami luka usai insiden pengancaman menggunakan senjata tajam di Sungai Sirah Linggo Saribaganti
Mobil ambulans membawa PD yang dikabarkan mengalami luka usai insiden dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam di Sungai Sirah, Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan.

PAINAN, RELASI PUBLIK – Ancam masyarakat dengan parang, seorang warga Nagari Pasar Bukit, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan berinisial PD (40) dibogem massa, Sabtu (14/02) sekira pukul 11.00 WIB siang.

Perihal tersebut disampaikan oleh salah seorang warga yang mengaku bernama A (38), Minggu (15/02) di Air Haji, di mana masyarakat tengah meluapkan emosinya kepada seseorang yang dinilai meresahkan dan mengganggu ketertiban umum.

“Benar, masyarakat sudah banyak yang kesal, karena PD ini telah sering kali melakukan pengancaman terhadap masyarakat dengan menggunakan sajam berupa parang,” ucapnya.

Konon, informasi yang beredar menyebutkan bahwa PD melakukan pengancaman karena yang bersangkutan merasa kesal kepada masyarakat atas pelaporan dirinya kepada pihak kepolisian terkait dugaan keterlibatan dalam peredaran narkoba di wilayah tersebut.

“Jadi, si PD ini informasinya ditangkap oleh kepolisian pada pukul 20.00 WIB malam (12/02) karena kabarnya terlibat jaringan narkoba. Namun di malam yang sama, sekira pukul 23.00 WIB, ia mendatangi sebuah kedai milik warga dengan membawa sepucuk samurai dan mengeluarkan nada ancaman,” terangnya.
Lebih lanjut, warga yang tengah bersantai di kedai tersebut mendapatkan todongan sajam sekaligus ancaman dari PD.

“Siapo nan melaporkan den, lai tau waang Kapolda sajo ndak barani manangkok den, ang kan lai mancaliak tadi?, den nyo borgol jo polisi kini kan den kapeh baliak?”
(Siapa yang melaporkan saya, apakah kamu tahu, Kapolda saja tidak berani menangkap saya. Kamu kan melihat tadi, saya diborgol polisi tapi dilepaskan kembali?) ucapnya sembari memperagakan bahasa tubuh PD.

Selanjutnya, pada Jumat (13/02), PD kembali berulah dengan mengancam warga lainnya menggunakan samurai serta mengeluarkan bahasa provokatif, “Siapo yang paling bagak di Sungai Sirah ko, den cancang kapalo,” (Siapa yang paling berani di Sungai Sirah ini, saya cincang kepalanya) sambil membawa sepucuk samurai.

Sebelum kejadian pemberian bogem kepada PD oleh massa, pada Jumat salah seorang warga berinisial YA (30) juga diancam oleh PD. YA kemudian melaporkan kejadian itu kepada pamannya. Pada Sabtu (14/02), pamannya yang berinisial ED (55) berinisiatif menemui PD untuk mempertanyakan alasan PD kerap mengancam masyarakat.

“Alih-alih mendapatkan jawaban, paman YA justru langsung ditodong dengan samurai di salah satu rumah milik kerabat istri PD,” tambahnya.

Tidak berselang lama, kedatangan massa tidak lagi terkendali, diduga akibat kejenuhan masyarakat terhadap sikap dan perilaku PD.
“Terjadilah pemberian bogem mentah dari massa yang sudah tersulut emosinya,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi atas peristiwa tersebut.
(Ferdy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *