Sumenep. Bau Busuk menyengat dari limbah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Yayasan Nurul Islam Kalinganyar, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, dipersoalkan warga sekitar karena lingkungan mereka terganggu dan tidak nyaman dengan bau tak sedap.
Menurut warga dalam cuaca terang, aroma Busuk kerap terbawa angin hingga ke pemukiman, Sehingga warga merasa terganggu atas menebarnya aroma tidak sedap yang dikwatirkan akan membawa berbagai macam jenis penyakit.
Kemudian, Tim Investigasi media mencoba ke lokasi dan menemukan adanya area limbah yang agak luas dan mengeluarkan aroma busuk dari sisa sisa makanan yang mengendap.
Ironisnya, di lokasi tidak di temukan adanya instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). sehingga limbah dari SPPG Nurul Islam tersebut mengeluarkan aroma busuk yang menebar ke segala arah.
Menanggapi hal tersebut, ketua SPPG Yayasan Nurul Islam, Zakia Aprilia menjelaskan, pihaknya akan segera mengupayakan instalasi pengelolaan air limbah dan akan segera di bangun, dia berujar karena hal tersebut sudah dalam pengajuan ke pihak SPPG Sumenep.
Namun, Tim media ini mempertanyakan apakah lahan yang yang menjadi pembuangan limbah SPPG Nurul Islam milik warga, ia menjelaskan, bahwa tanah yang terimbas limbah adalah lahan yang masih di miliki H. Marsuk yakni pemilik SPPG Yayasan Nurul Islam.
” Ya tanah tersebut masih dalam kawasan lahan kami, dan instalasi pengelolaan air limbah akan segera di bangun untuk mengatasi limbah. jelasnya pada media Selasa, 2/6/2026.
“Kami berharap agar segera ada upaya yang di lakukan pihak SPPG Yayasan Nurul Islam, karena hadirnya aroma tidak sedap sangat menganggu kami dan kami bimbang aroma tak sedap berpotensi membawa penyakit ” ujar salah satu warga yang enggan namanya di publish.(@Mosahnan).












