Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMAPERISTIWATERBARU

Truk Batu Bara Teluk Sirih Ancam Wisata Mandeh, Novermal Yuda Minta Penertiban

6
×

Truk Batu Bara Teluk Sirih Ancam Wisata Mandeh, Novermal Yuda Minta Penertiban

Sebarkan artikel ini
Truk batu bara melintas di jalur Teluk Sirih menuju kawasan wisata Mandeh yang berpotensi membahayakan pengguna jalan
Truk pengangkut batu bara melintas di jalur Teluk Sirih yang menjadi akses menuju kawasan wisata Mandeh.

PAINAN, RELASI PUBLIK – Aktivitas truk pengangkut batu bara menuju PLTU Teluk Sirih dinilai membahayakan keselamatan wisatawan yang melintas menuju kawasan wisata Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan.

Sorotan ini disampaikan anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Novermal Yuda, yang meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan kendaraan bertonase besar tersebut.

Menurutnya, keberadaan truk batu bara Mandeh yang melintasi jalur Teluk Sirih di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, telah menyebabkan kerusakan jalan, terutama di kawasan tanjakan Sungai Pisang.

“Jalan tersebut bukan diperuntukkan bagi truk tronton bermuatan berat. Over kapasitas ini sudah berlangsung lama dan berdampak pada kerusakan jalan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menambahkan, selain merusak infrastruktur, aktivitas truk batu bara Mandeh juga berpotensi mengancam keselamatan wisatawan. Kondisi jalan yang sempit dan dilalui kendaraan besar meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang menuju destinasi wisata unggulan di Pesisir Selatan.

“Truk besar yang melintas di jalan sempit jelas membahayakan. Ini bisa berdampak pada penurunan kunjungan wisatawan karena akses yang tidak nyaman dan tidak aman,” tegasnya.

Novermal juga meminta pihak Perusahaan Listrik Negara bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk segera melakukan penertiban terhadap truk pengangkut batu bara tersebut.

Selain itu, ia mendorong Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan pengawasan ketat, termasuk meninjau kembali dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) terkait aktivitas angkutan batu bara menuju PLTU Teluk Sirih.

“Jalan itu merupakan jalur wisata, bukan jalur industri. Kapasitasnya juga tidak sesuai untuk dilalui truk bermuatan hingga 20 ton,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar kerusakan jalan tidak semakin parah dan keselamatan wisatawan tetap terjaga, sehingga sektor pariwisata di kawasan Mandeh tidak terdampak negatif. (Ferdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *