Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMAPENDIDIKANTERBARU

Teacher Summit 2026, Mahyeldi: Guru Tak Tergantikan dalam Membentuk Karakter

5
×

Teacher Summit 2026, Mahyeldi: Guru Tak Tergantikan dalam Membentuk Karakter

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi (kiri) menerima piagam Indonesia inspiring Teacher yang di serahkan oleh Bapak Herdinalsky selaku founder, di Hotel ZHM, Padang, Kamis (13/8/2026).

SUMBAR, RELASI PUBLIK— Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menegaskan guru merupakan energi utama penggerak pendidikan dan memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi penerus yang berilmu, berkarakter, percaya diri, dan berdaya saing. Hal itu disampaikannya saat membuka Sumbar Teacher Summit 2026–Seminar dan Workshop Pendidikan “Energy of Teacher”, Kamis (13/8/2026).

Menurut Mahyeldi, pendidikan merupakan bagian penting dari perjuangan mengisi kemerdekaan, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, menumbuhkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan generasi menghadapi perubahan zaman.

“Energy of Teacher mengingatkan kita bahwa guru adalah energi penggerak pendidikan. Guru bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, menumbuhkan kepercayaan diri, dan menyiapkan generasi yang berilmu serta berdaya saing,” ujar Mahyeldi.

Ia menyebutkan, berdasarkan Rapor Pendidikan Sumbar 2025, pada jenjang SMA, SMK, dan SLB terdapat sekitar 158.414 murid dan 106.926 tenaga pengajar, dengan Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 71,18 atau berada pada kategori Tuntas Pratama. Capaian tersebut menunjukkan adanya kemajuan, sekaligus masih menyisakan sejumlah tantangan yang perlu dijawab bersama.

Pada aspek literasi dan numerasi, SMA dan SMK masih menghadapi tren penurunan, sementara aspek karakter menunjukkan perkembangan menuju kategori baik. Pada pendidikan khusus, literasi, numerasi, dan karakter justru menunjukkan tren peningkatan menuju kategori baik. Sementara itu, kualitas pembelajaran dan iklim keamanan sekolah juga memperlihatkan tren positif.

“Namun, penurunan iklim kebinekaan pada SMA, SMK, dan SMALB harus menjadi perhatian kita. Sekolah harus menjadi ruang yang aman, inklusif, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan persatuan,” katanya.

Mahyeldi mengatakan, kekuatan utama pendidikan Sumbar tetap berada pada kualitas dan kapasitas tenaga pendidik. Data Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar per Bulan Mei 2025 mencatat sebanyak 20.558 guru telah tersertifikasi dan sekitar 96,6 persen guru telah berkualifikasi S1/D4. Sementara itu, terdapat sekitar 18.386 guru ASN dan 2.540 guru honorer.

Di sisi lain, Sumbar juga menghadapi tantangan regenerasi tenaga pendidik. Sekitar 39,1 persen guru diproyeksikan memasuki masa pensiun dalam empat hingga lima tahun ke depan. Kondisi tersebut, menurut Mahyeldi, menuntut perhatian serius terhadap regenerasi guru sekaligus keberlanjutan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Ia menilai Sumbar memiliki modal yang kuat untuk menjawab tantangan tersebut. Saat ini terdapat 1.548 Guru Penggerak, sebanyak 1.078 guru memenuhi syarat menjadi kepala sekolah, dan 174 Guru Penggerak telah dipercaya menduduki posisi kepala sekolah.

Menurutnya, potensi dan inovasi guru juga perlu terus mendapat ruang apresiasi dan pengembangan. Jumlah GTK yang menerima penghargaan tercatat meningkat dari 43 orang pada 2023 menjadi 139 orang pada 2024. Sementara pada 2025, sebanyak 390 GTK berpartisipasi dalam Apresiasi GTK Sumbar.

“Berbagai wadah seperti Komunitas Belajar, MGMP, MKKS, Rumah Pendidikan, dan ruang kolaborasi lainnya harus terus kita optimalkan. Semangat dari Teacher Summit ini jangan berhenti di forum, tetapi dibawa kembali ke sekolah dan diwujudkan dalam aksi nyata di ruang kelas,” tegasnya.

Gubernur juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan serta perubahan dunia kerja menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi. Teknologi dapat membantu menyediakan informasi dan memperluas akses pengetahuan, namun peran guru dalam membangun cara berpikir, karakter, nilai, dan keteladanan tetap tidak tergantikan.

“Kita ingin generasi Sumatera Barat mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri. Semangat ini sejalan dengan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, sehingga kemajuan ilmu dan teknologi tetap berjalan bersama akhlak, karakter, dan budaya,” ujarnya.

Mahyeldi berharap Sumbar Teacher Summit 2026 menjadi momentum memperkuat ekosistem pendidikan melalui semangat belajar, berbagi, berinovasi, dan berkolaborasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan, menurutnya, merupakan bagian penting dari arah pembangunan Sumbar.

“Jangan biarkan kegiatan ini hanya menjadi sebuah acara. Jadikan ia sebagai gerakan bersama untuk menghadirkan pendidikan Sumatera Barat yang semakin maju, bermutu, berkarakter, dan berdaya saing. Guru Hebat, Pendidikan Bermutu, Sumatera Barat Maju dan Bermartabat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi juga menerima Piagam Penghargaan dari Indonesia Inspiring Teacher sebagai Tokoh Inspiratif Pendidikan, atas pengabdian dan dedikasinya dalam dunia pendidikan untuk mewujudkan pendidikan berkualitas menuju Indonesia Emas.

Sumbar Teacher Summit 2026 berlangsung pada 13–14 Agustus 2026 dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A., M.Phil., M.A. Kegiatan tersebut turut dihadiri Founder Indonesia Inspiring Teacher Herdinalsky, Co-Founder Indonesia Inspiring Teacher Saiful Husain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Pimpinan Redaksi Haluan Zul Efendi, serta Kacabdin, Ketua MKKS, dan guru SMA, SMK, dan SLB se-Sumbar. Bersamaan dengan kegiatan tersebut juga dilaksanakan Seminar dan Workshop Pendidikan “Energy of Teacher”. (adpsb/rmz/bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *