Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabupaten Tanah Datar

Tanah Datar Gandeng Unand Percepat Penurunan Stunting

×

Tanah Datar Gandeng Unand Percepat Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memperkuat strategi percepatan penurunan stunting dengan menggandeng Universitas Andalas (Unand) Padang. Kolaborasi ini diarahkan pada pencegahan stunting berbasis akademik, riset, edukasi, dan pengabdian langsung kepada masyarakat.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, S.Psi. dengan Lektor Unand Prof. Dr. Hamdani Eka Putra di Aula Baperlitbang Tanah Datar, Rabu (8/7/2026). Pertemuan turut dihadiri Staf Ahli TP PKK Tanah Datar Ny. Dwinanda Ahmad Fadly, pimpinan OPD terkait, dosen, serta mahasiswa Unand.

Ahmad Fadly mengatakan, penanganan stunting membutuhkan kerja bersama dan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis melalui riset berbasis data, pendampingan akademik, serta pengabdian masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyambut baik kerja sama ini dan mengucapkan terima kasih kepada Universitas Andalas. Melalui pendampingan akademik, riset berbasis data, serta pengabdian masyarakat yang menyasar 1.000 Hari Pertama Kehidupan dan keluarga berisiko stunting, kami optimistis upaya pencegahan stunting di Luhak Nan Tuo akan semakin efektif,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut harus mampu melahirkan intervensi yang tepat sejak masa kehamilan, ibu menyusui hingga periode tumbuh kembang anak balita.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah melibatkan mahasiswa KKN Unand sebagai mitra edukasi pemerintah di tengah masyarakat. Mahasiswa nantinya diharapkan ikut mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, serta pemanfaatan layanan kesehatan di posyandu.

Ahmad Fadly menilai keterlibatan mahasiswa menjadi penting di tengah menurunnya kunjungan masyarakat ke posyandu, terutama setelah pandemi COVID-19.

“Saya yakin adik-adik mahasiswa mampu menjadi agen edukasi di tengah masyarakat. Saat ini tingkat kunjungan masyarakat ke posyandu mengalami penurunan, terutama setelah pandemi COVID-19. Karena itu, kami berharap kehadiran mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dan pelayanan kesehatan bagi balita,” katanya.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan program yang terukur dan memberikan dampak nyata terhadap upaya pencegahan stunting di Tanah Datar.

Sementara itu, Prof. Dr. Hamdani Eka Putra mengatakan stunting masih menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan bersama di Sumatera Barat. Unand, katanya, siap mendukung Pemkab Tanah Datar melalui program pendampingan yang akan dimulai di sejumlah nagari sebagai proyek percontohan.

“Dengan adanya kerja sama ini, kita berharap penurunan prevalensi stunting di Tanah Datar dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan. Fokus utama kita adalah pencegahan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi hingga balita,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut menargetkan prevalensi stunting di Kabupaten Tanah Datar dapat ditekan hingga di bawah 10 persen pada 2030, disertai perbaikan berbagai indikator pendukung penanganan stunting.

Kerja sama Pemkab Tanah Datar dan Unand ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pencegahan dari hulu. Dengan menggabungkan kebijakan pemerintah, kekuatan riset perguruan tinggi dan keterlibatan masyarakat, percepatan penurunan stunting diharapkan tidak hanya menghasilkan angka yang lebih rendah, tetapi juga membangun generasi Tanah Datar yang lebih sehat dan berkualitas(Ken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *