Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMATERBARU

Tak Butuh Waktu Lama, Camat Arjasa Respon Cepat Keluhan Masyarakat

21
×

Tak Butuh Waktu Lama, Camat Arjasa Respon Cepat Keluhan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Sumenep – Pelayanan pemerintah Kecamatan Arjasa kembali terlihat sehingga langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep. Hanya berselang 24 jam setelah keluhan warga disampaikan melalui media sosial TikTok, pohon asam yang dikhawatirkan membahayakan bagi pengguna jalan langsung ditangani dan ditebang.

Hal itu berawal dari unggahan akun TikTok @jovan. Dalam unggahannya, warga menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi pohon asam yang berada di pinggir jalan dengan kondisi pohon tersebut cukup mengkhawatirkan takut sewaktu-waktu tumbang dan menimpa masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.

Maka, Atas kekhawatiran itu warga meminta bantuan kepada Camat Arjasa Subiyakto, S.H., M.H. agar kondisi pohon segera mendapatkan perhatian pemerintah. Respons cepat pun ditunjukkan Camat Arjasa setelah mengetahui adanya keluhan masyarakat,

Respon cepat dan tanggap camat Arjasa, Sukbianto, S.H.,M.H tidak membutuhkan waktu berhari-hari, Dalam jangka waktu 24 jam, pemerintah langsung mengambil tindakan di lapangan.Pada Senin, 7 September 2026, pohon asam tersebut akhirnya ditebang sebagai langkah antisipasi untuk mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Terkait hal itu, Camat Arjasa, Sukbianto, S.H.,M.H menyamapiakn bahwa keluhan Masyarakat jangan sampai berlarut-larut
dan harus segera mendapatkan respons, terlebih apabila berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan pengguna jalan.

“Keluhan masyarakat harus segera ditanggapi, jangan sampai berlarut-larut katena menyangkut kepentingan publik,” tegasnya.

Menurutnya, Respons cepat ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya menunggu masyarakat datang menyampaikan laporan secara formal aka tetapi Ketika ada informasi mengenai potensi bahaya di tengah masyarakat, agar pemerintah langsung turun untuk memastikan kondisi dan mengambil langkah yang diperlukan.

” Semua turun tangan dalam penanganan pohon asam tersebut dan itupun dilakukan secara bersama-sama, dengan penuh kekompakan,” terangnya.

Pantauan media ini, Kegiatan penebangan pohon dihadiri Forkopimka Arjasa, Kepala Desa Pandeman bersama perangkat desa, PLN Kangean, Telkom, tim DLH, serta Tagana.

Semua unsur tersebut bergerak bersama di lapangan untuk memastikan proses penanganan berlangsung dengan aman dan tidak menimbulkan persoalan baru, terutama karena lokasi pohon berada di kawasan yang berdekatan dengan fasilitas dan jaringan utilitas.

Kebersamaan berbagai unsur dalam penanganan tersebut menjadi gambaran bahwa pelayanan kepada masyarakat membutuhkan koordinasi dan kepedulian bersama.

Jadi, Pelayanan nyata Camat Arjasa terhadap maayarakat terbukti buakn hanya berwal dari Unggahan TikTok namun dapat juga dibuktikan dalam tindakan tindakan lain yang sudah dilakukan.

Namun, Peristiwa in juga menjadi contoh bahwa media sosial dapat menjadi salah satu jembatan antara masyarakat dan pemerintah.Sehingga, Sebuah unggahan warga yang berisi kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan tidak berhenti menjadi perbincangan di dunia maya. Terbukti, Dalam waktu 24 jam, Camat Arjasa respon cepat keluhan masyarakat yang dibuktikan dengan tindakan nyata di lapangan.

Sementara, Muhammad perwakilan masyarakat Arjasa menyampaikan bahwa keluhan masyarakat kepada pemerintah langsung mendapatkan respon yang cepat dan sigap sehingga
camat arjasa ini membuktikan bahwa budaya pelayanan publik di tingkat pemerintahan kecamatan sangat baik.

Untuk itu, diharapkan dalam setiap persoalan yang menyangkut kepentingan dan keselamatan masyarakat harus segera direspons sesuai kewenangan.
Bukan menunggu viral, bukan menunggu korban.Jadi, Ketika masyarakat mengeluhkan potensi bahaya maka pemerintah wajib hadir dan mengambil tindakan.

” Pemerintah akan terus berupaya melakukan pelayanan terbaik yang benar-benar menyentuh masyarakat: cepat, responsif, dan hadir langsung di tengah warga.” Pungkasnya.(@Noung daeng ).