SUMBAR, RELASI PUBLIK— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berduka atas berpulangnya Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Syaiful Bahri, S.P., M.M. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, jenazah almarhum disemayamkan di Kantor Gubernur Sumbar, sebelum dilepas menuju tempat peristirahatan terakhir oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Sabtu (5/9/2026).
Prosesi pelepasan jenazah berlangsung dalam suasana haru dan dihadiri jajaran pejabat serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumbar. Kepergian almarhum menjadi duka mendalam bagi jajaran Pemprov Sumbar, terlebih karena sehari sebelumnya Syaiful Bahri masih menjalankan aktivitas kedinasan.
Syaiful Bahri, S.P., M.M., bin Bahar Hamzah meninggal dunia pada usia 59 tahun sekitar pukul 04.00 WIB di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang putra, Almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga di kawasan Andalas, Kota Padang.
Gubernur Mahyeldi mengaku sangat terkejut menerima kabar wafatnya Syaiful Bahri. Sebab, hingga sehari sebelum berpulang, almarhum masih aktif menjalankan tugas dan mengikuti sejumlah rapat pemerintahan.
“Saya sendiri juga kaget. Setelah Subuh saya diberi tahu bahwa beliau meninggal jam 4 pagi tadi. Kemarin beliau masih beraktivitas dan masih ada rapat,” ungkap Mahyeldi.
Menurut Mahyeldi, selama ini tidak ada informasi mengenai keluhan kesehatan serius yang dialami almarhum. Berdasarkan penituran pihak keluarga, keluhan kesehatan baru dirasakan Syaiful Bahri pada sore hari sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.
“Selama ini tidak ada keluhan-keluhan yang kita ketahui. Sore kemarin, kalau tidak salah saat Magrib, beliau ada keluhan dan dibawa ke rumah sakit. Tidak berapa lama di rumah sakit, sampai jam 4 pagi beliau meninggalkan kita,” tuturnya.
Mahyeldi menilai, meski baru sekitar dua tahun dipercaya memimpin Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaiful Bahri telah memberikan kontribusi dalam pengembangan kebudayaan di daerah. Bahkan, hingga hari terakhir pengabdiannya, almarhum masih memikirkan berbagai program dan perencanaan pembangunan kebudayaan.
“Walaupun baru menjabat, sudah banyak yang dilakukan Pak Syaiful terkait dengan kebudayaan. Bahkan hari ini beliau merencanakan kegiatan untuk mengevaluasi perencanaan yang sedang kita lakukan di Taman Budaya,” kata Mahyeldi.
Salah satu agenda yang masih dibahas almarhum sehari sebelumnya adalah rencana pembangunan gedung kebudayaan di kawasan Taman Budaya Sumbar. Bagi Mahyeldi, hal tersebut menggambarkan dedikasi Syaiful Bahri yang tetap mencurahkan perhatian terhadap tugas dan tanggung jawabnya hingga akhir masa pengabdian.
“Mudah-mudahan pengabdian beliau menjadi amal saleh bagi almarhum dan menjadi contoh bagi kita semua. Apa yang telah dihadirkan Pak Syaiful Bahri bisa menjadi bagian yang kita teladani dan memberikan dampak positif bagi kita yang ada sekarang,” ujar Mahyeldi.
Syaiful Bahri lahir di Padang, 19 Desember 1967. Ia mengawali karier sebagai CPNS pada 4 Juni 1998 dengan pangkat Penata Muda (III/a), dan mencapai pangkat terakhir Pembina Utama Madya (IV/d) pada 1 April 2024.
Sepanjang perjalanan kariernya, almarhum pernah menduduki sejumlah jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang dan Pemerintah Kota Padang, di antaranya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Padang Panjang serta Kepala Dinas Pertanian Kota Padang.
Sejak 21 November 2021, Syaiful Bahri mengabdikan diri di Pemprov Sumbar melalui sejumlah jabatan, antara lain Kepala Bidang Retribusi dan Pendapatan Lain, Kepala Dinas Pangan, serta Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan. Sejak 2 Januari 2024, almarhum dipercaya menjabat Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar hingga akhir masa pengabdiannya. Almarhum merupakan lulusan Sarjana Pertanian dan Magister Manajemen Universitas Andalas. (adpsb/cen/bud)













