Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMAPERISTIWATERBARU

Seorang Mahasiswa KKN Terseret Arus Gelombang di Pantai Labuang Baruak

×

Seorang Mahasiswa KKN Terseret Arus Gelombang di Pantai Labuang Baruak

Sebarkan artikel ini
Tim gabungan tengah melalukan briefing

Painan, Relasi Publik — Seorang mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, dilaporkan hanyut di pantai Labuang Baruak, Nagari Koto Nan Duo Anakan, Kecamatan Batang Kapas sekira pukul 16.00 Wib, Rabu 19/08.

Peristiwa naas tersebut diketahui setelah serombongan mahasiswa memberitahu masyarakat sekitar bahwasanya rekannya hanyut terseret ombak di wilayah itu.

Hal demikian dibenarkan oleh salah seorang warga setempat bernama Andra Usmanedi (38). Rabu 19/08 melalui panggilan whatsapp pribadinya, ia mengatakan salah seorang mahasiswa yang tengah menjalani kegiatan Kuliah Kerja Nyata di Nagari Koto Nan Duo Anakan terseret oleh arus sewaktu mandi dipinggiran pantai Labuang Baruak.

Ia menambahkan, kejadian itu langsung menggemparkan warga sekitar dan spontan masyarkat melakukan pencaharian.

“Kejadiannya ditaksir sekitar pukul 04.00 wib, dimana beberapa orang mahasiswa KKN ini tengah bermain ombak, naas, seorang dari 4 orang yang terseret arus belum ditemukan hingga saat ini, ” Ucapnya

Ia menjelaskan, sementara pihak basarnas sudah melakukan upaya pencaharian ke sekitar lokasi korban terseret.

“Basarnas bersama dengan masyarakat sudah melakukan pencaharian, informasi yang kami peroleh, mahasiswa itu beralamat di Rokan Hilir (Rohil) Riau, ” Tambahnya.

Sementara itu, Wali Nagari Koto Nan Duo Anakan, Kecamatan Batang Kapas. Andika turut membenarkan adanya seorang mahasiswa KKN dari ISI Padang Panjang terserah arus di Pantai Labuang Baruak wilayah itu.

Ia menuturkan, bahwasanya rombongan mahasiswa tersebut telah selesai melaksanakan kegiatan KKN di Nagari setempat, dan telah melangsungkan kegiatan perpisahan dengan pihak kenagarian pada Selasa 18/08 kemarin.

“Informasinya, akan kembali ke Kampus, sembari menunggu rekannya di Nagari lain menggelar perpisahan Kamis 20/08 nanti, ia bersama rekannya pergi mandi ke pinggir laut, ” Tambahnya.

Untuk sementara ini, ulasnya. Dikarenakan sudah malam, ditambah dengan kondisi gelombang yang tinggi, maka tim gabungan yang terdiri dari Polairud, Basarnas, BPBD dan kepolisian sektor batang kapas pencaharian dihentikan sementara.

“Pencaharian akan dilanjutkan pada Kamis 20/08 pagi dimulai pada pukul 07.00 wib, ” Tutupnya. (Ferdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *