PASAMAN, RELASI PUBLIK – Salah satu persoalan besar yang dihadapi belakangan ini adalah angka pengangguran yang cukup tinggi, tidak terkecuali di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Pemkab Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati Parulian menjawab persoalan tersebut dengan meluncurkan program unggulan 1.000 Lapangan Kerja.
Inisiatif ini tidak hanya sekadar angka, melainkan cerminan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Berbagai upaya strategis telah diluncurkan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (KUPTK) Pasaman.
Program ini dirancang untuk membuka peluang kerja yang produktif dan berkelanjutan. Melalui identifikasi potensi lokal, penguatan UMKM, stimulasi investasi, serta program pelatihan intensif, pemerintah daerah berupaya menciptakan ekosistem kerja yang inklusif, merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok rentan lainnya.
Program ini adalah bagian integral dari visi besar “Pasaman Berkarakter, Maju dan Berkelanjutan.” Pemerintah Kabupaten Pasaman menegaskan bahwa target 1.000 lapangan kerja bukan sekadar janji politik, melainkan agenda jangka menengah yang akan terus diimplementasikan sepanjang lima tahun masa kepemimpinan Welly-Parulian.
Memasuki tahun pertama masa bakti, fondasi program mulai kokoh dibangun. Fokus utama diarahkan pada sektor-sektor padat karya, peningkatan iklim investasi daerah, serta peningkatan kualitas calon tenaga kerja melalui pelatihan kompetensi dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Ariswan, Kepala Dinas KUPTK Kabupaten Pasaman, menekankan pentingnya langkah awal ini.
“Target 1.000 lapangan kerja tidak mungkin dicapai secara instan. Tahun pertama ini menjadi pondasi agar peluang kerja terus tumbuh dan masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri, ” ujarnya.
Berbagai program inovatif telah digulirkan, mulai dari “Petani Milenial”, program magang nasional hingga internasional, hingga fasilitasi penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
Pemerintah Kabupaten Pasaman juga gencar mendorong pengembangan sektor industri kecil menengah serta hilirisasi pangan, yang diyakini akan membuka keran peluang kerja baru di berbagai penjuru Pasaman.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per Tahun 2025, Kabupaten Pasaman memiliki 175.349 angkatan kerja, dengan 9.276 orang di antaranya masih berstatus pengangguran, mencatatkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5, 29 persen.
Angka ini menjadi tantangan nyata yang coba dijawab melalui berbagai kebijakan strategis pemerintah daerah, yang diselaraskan dengan kondisi riil para pencari kerja.
Meskipun demikian, Pemkab Pasaman tetap memandang realitas dunia kerja yang semakin kompleks. Dinamika peningkatan pekerja informal dan tuntutan industri modern yang terus berubah menjadi perhatian serius.
Oleh karena itu, Dinas KUPTK berkomitmen untuk terus memperkuat pelatihan vokasi dan sertifikasi keterampilan, agar tenaga kerja lokal siap bersaing dan mampu menyerap peluang kerja yang ada.
Lebih lanjut, kerja sama dengan sektor swasta terus digalakkan. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas akses penyaluran tenaga kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja terpadu.
Langkah ini tidak hanya berfokus pada penambahan kuantitas tenaga kerja, tetapi juga pada pembentukan generasi produktif yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, program 1.000 lapangan kerja hadir sebagai angin segar. Ini merupakan bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan serius dalam membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah bagi seluruh warga Pasaman. (spa)












