Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Perkuat Tata Kelola Keuangan Nagari yang Transparan dan Akuntabel, Pemkab Pasaman Gelar Bimtek

7
×

Perkuat Tata Kelola Keuangan Nagari yang Transparan dan Akuntabel, Pemkab Pasaman Gelar Bimtek

Sebarkan artikel ini
Bupati Pasaman Welly Suhery saat membuka Bimtek Siskeudes di Lubuk Sikaping, Rabu (17/6/2027).

PASAMAN, RELASI PUBLIK– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman terus memperkuat tata kelola keuangan nagari yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang diikuti 124 peserta dari unsur pemerintah nagari dan verifikator kecamatan, Rabu (17/6/2027).

Kegiatan yang digelar untuk meningkatkan kapasitas aparatur nagari ini diikuti oleh wali nagari, perangkat nagari, serta verifikator kecamatan yang memiliki peran penting dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban keuangan nagari.

Bupati Pasaman, Welly Suhery, saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa pengelolaan dana nagari harus dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi melalui aplikasi Siskeudes menjadi instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

“Era digital tidak memberi ruang bagi kita untuk tertinggal. Aparatur nagari harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi karena tata kelola keuangan saat ini dituntut semakin transparan, cepat, dan akuntabel. Jangan lagi ada alasan tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi, karena itu justru akan menjadi hambatan dalam pelayanan kepada masyarakat,” tegas Bupati Welly.

Ia menekankan bahwa setiap dana yang dikelola pemerintah nagari merupakan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan secara jelas dan terbuka.

Karena itu, seluruh aparatur nagari diminta bekerja secara cermat agar terhindar dari kesalahan administrasi maupun penyimpangan yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

“Setiap rupiah uang negara yang dikelola di nagari harus bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai ada kelalaian administrasi atau penyimpangan yang berujung pada persoalan hukum. Saya minta seluruh perangkat nagari bekerja hati-hati, patuh pada regulasi, dan menghindari kesalahan yang dapat merugikan masyarakat, nagari, maupun diri sendiri,” ujarnya.

Menurut Bupati Welly, administrasi keuangan yang tertib tidak hanya mendukung kelancaran pembangunan di nagari, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah nagari.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasaman, Teddy Marta, mengatakan bahwa bimtek tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan aparatur nagari dalam mengelola anggaran publik sekaligus memperkuat prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan seluruh perangkat nagari memiliki pemahaman yang sama tentang pengelolaan keuangan berbasis aplikasi. Transparansi dan akuntabilitas bukan lagi pilihan, tetapi kewajiban yang harus diwujudkan dalam setiap proses penganggaran dan pelaporan,” kata Teddy.

Menariknya, kegiatan ini juga menghadirkan Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman, Hendi Arifin, sebagai narasumber. Kehadiran Kajari dinilai penting untuk memberikan pemahaman mengenai aspek hukum dalam pengelolaan dana nagari, sehingga aparatur pemerintah dapat mengantisipasi dan menghindari berbagai potensi pelanggaran.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pasaman berharap kualitas pengelolaan keuangan nagari semakin baik, sejalan dengan tuntutan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan berbasis teknologi informasi.

Bimtek Siskeudes juga menjadi langkah strategis untuk memastikan dana nagari benar-benar dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat dan pembangunan, sekaligus meminimalkan risiko kesalahan administrasi yang dapat berujung pada persoalan hukum. (spa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *