Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabupaten Solok

Peran Bundo Kanduang di Nagari Supayang Diperkuat, Adat hingga Bahaya Narkoba Jadi Bahasan

3
×

Peran Bundo Kanduang di Nagari Supayang Diperkuat, Adat hingga Bahaya Narkoba Jadi Bahasan

Sebarkan artikel ini
Foto istimewa

Solok, Relasipublik.com – Peran Bundo Kanduang kembali diperkuat sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga adat, budaya, sekaligus membentuk karakter generasi muda Minangkabau. Penguatan tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi peningkatan peran Bundo Kanduang yang digelar di Gedung Pertemuan Nagari Supayang, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Senin (21/9/26).

Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman perempuan Minangkabau terhadap kedudukan dan tanggung jawabnya di tengah perubahan sosial yang semakin dinamis.

Sebanyak 34 anggota Bundo Kanduang Nagari Supayang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan terkait adat, peran keluarga, kehidupan sosial kemasyarakatan, hingga pentingnya keterlibatan perempuan dalam menjaga generasi muda.

Kegiatan dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, yakni Pamong Budaya Ahli Muda Wirasto, S.H., Ketua LKAAM Kabupaten Solok Drs. Reflidon Dt. Kayo, Kapolsek Payung Sekaki, Wali Nagari Supayang Darmansyah, Ketua KAN Supayang, Ketua BMM, serta unsur terkait lainnya.

Wali Nagari Supayang, Darmansyah, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menilai penguatan kapasitas Bundo Kanduang sangat penting karena perempuan memiliki posisi strategis dalam keluarga maupun kehidupan masyarakat nagari.

Menurut Darmansyah, Bundo Kanduang tidak hanya berperan sebagai bagian dari struktur adat, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membimbing anak kemenakan dan generasi muda.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan peran Bundo Kanduang dalam membimbing generasi muda. Nilai adat dan budaya harus tetap dijaga, terutama melalui keluarga,” ujar Darmansyah.

Ia menekankan, prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) perlu terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari agar generasi muda tidak kehilangan identitas di tengah perkembangan zaman.

Sementara itu, Ketua LKAAM Kabupaten Solok Drs. Reflidon Dt. Kayo menegaskan pentingnya memahami kedudukan Bundo Kanduang dalam struktur sosial dan adat Minangkabau.

Dalam materi yang disampaikannya, Reflidon menjelaskan bahwa Bundo Kanduang memiliki fungsi penting sebagai tiang tengah dalam kaum dan nagari.

“Bundo Kanduang memiliki peran yang sangat penting dalam kaum dan nagari. Karena itu, keberadaan Bundo Kanduang harus mampu memberikan keteladanan, membimbing anak kemenakan, serta ikut menjaga nilai-nilai adat dan budaya,” jelas Reflidon.

Ia berharap sosialisasi tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat melahirkan pemahaman dan program nyata yang bisa diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Dari sisi keamanan dan ketertiban masyarakat, Kapolsek Payung Sekaki memberikan pembekalan mengenai peran keluarga dalam menjaga generasi muda.

Kapolsek menekankan bahwa keluarga memiliki posisi penting dalam melakukan pengawasan dan memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang berisiko.

“Peran keluarga sangat penting dalam mencegah anak-anak dan generasi muda terpengaruh pergaulan negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba. Pengawasan dan komunikasi dalam keluarga harus terus diperkuat,” ungkap Kapolsek.

Menurutnya, Bundo Kanduang dapat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan tersebut karena memiliki kedekatan langsung dengan keluarga dan lingkungan sosial masyarakat.

Kegiatan tersebut mempertemukan tiga unsur penting dalam kehidupan masyarakat nagari, yakni pemerintah, lembaga adat, dan kepolisian.

Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program kerja nyata Bundo Kanduang Nagari Supayang. (A3)