Arjasa, Sumenep – Suasana penuh haru dan penuh rasa syukur mewarnai kegiatan Tasyakuran dan Pelulusan Siswa Kelas IX MTs Nurul Ulum, Desa Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Tahun Pelajaran 2025–2026.
Kegiatan yang berlangsung khidmat yang dihadiri siswa, dewan guru, tokoh masyarakat, serta wali murid, sebagai penanda bahwa berakhirnya perjalanan pendidikan siswa Angkatan XX untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi
Tidak hanya menjadi momen pelepasan siswa menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi, acara tersebut juga menjadi ajang mempererat hubungan emosional antara pihak madrasah dan orang tua peserta didik.
Salah satu rangkaian acara yang menarik perhatian adalah Rampaden, sebuah bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih dari wali murid kepada para guru yang selama bertahun-tahun telah membimbing, mendidik, dan membentuk karakter anak-anak mereka di lingkungan madrasah.
Dalam suasana yang penuh kehangatan, perwakilan wali murid menyampaikan apresiasi atas dedikasi para guru yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada para siswa.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan anak-anak kami hari ini tidak lepas dari kesabaran, keikhlasan, dan pengorbanan para guru. Melalui Rampaden ini, kami ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ungkap salah satu perwakilan wali murid.
Sementara itu, Para guru MTs Nurul Ulum juga menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat madrasah tsanawiyah. Mereka berharap para lulusan dapat terus melanjutkan pendidikan, menjaga nama baik almamater, serta menjadi generasi yang berakhlakul karimah dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kepala madrasah Nana Mardiana S.E dalam sambutannya menegaskan bahwa, kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar di masa depan.
“Teruslah belajar, hormati orang tua, dan jangan pernah melupakan jasa guru. Kesuksesan yang sesungguhnya bukan hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari akhlak dan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat,” pesannya.
Acara tasyakuran ditutup dengan doa bersama dan sesi ramah tamah yang semakin mempererat kebersamaan antara siswa, orang tua, dan keluarga besar MTs Nurul Ulum.
Mengusung semangat syukur dan penghormatan kepada orang tua serta guru, kegiatan ini menjadi momentum berharga yang akan dikenang oleh para lulusan Angkatan XX sebagai bagian dari perjalanan hidup mereka menuju masa depan yang lebih cerah.
“Bhakti ka Oreng Toa, Jeh Loppa Ka Guru Ben Ajer Poleh.” Sebuah pesan sederhana namun sarat makna: berbaktilah kepada orang tua, jangan melupakan guru, dan teruslah belajar sepanjang hayat.(@red).












