Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMAHUKUM & KRIMINALTERBARU

Polisi Panggil Pelapor Kasus Dugaan Penipuan Arisan Rp145 Juta di Barito Utara

1
×

Polisi Panggil Pelapor Kasus Dugaan Penipuan Arisan Rp145 Juta di Barito Utara

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pemeriksaan korban penipuan arisan oleh polisi
Korban penipuan arisan memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Barito Utara.

Muara Teweh, Relasi Publik – Satu korban ibu rumah tangga inisial AP, yang melaporkan bandar arisan inisial KDA resmi dipanggil polisi untuk dimintai keterangannya.

Korban yang juga sebagai pelapor menuturkan pada para wartawan, Sabtu, 02/05/2026,bahwa ia telah di panggil oleh penyidik Satreskrim Polres Barito itu, untuk dimintai keterangan.

Dari pertanyaan penyidik saya telah menyampaikan dengan benar, bahwa telah
mengalami kerugian
sebanyak Rp145 juta. Waktu itu sdr KDA
mengatakan mau menjual arisan Geat Rp100 juta atas nama SPS alias mama A dan mengirim screenshot chat SPS. Kemudian sdr KDA menanyakan berapa saya berani beli arisan SPS ?

” Atas tawaran tersebut lalu saya menjawab, saya berani Rp. 75 juta aja, lebih dari itu aku tidak berani, ucap AP.

Kapan cairnya ku tanya sama dia, dan katanya tanggal 18 April 2026. Karena pecaya dan adanya dikirim screnshoot percakapan dari SPS, sehingga pada tgl 26/Januari 2026 saya transfer uang ke nomor rekening KDA ini sebanyak Rp75 juta.

Kemudian tgl 05/02/2026 sdr KDA kembali menghubungi saya melalui WA dan mengirimkan screnshoot percakapan antara sdr KDA dan sdr SPS yang menyatakan ingin menjual kembali arisan dengan Geat Rp 100 juta, dan dijanjikan cair tgl 20/03/2026, karena kembali percaya pada tgl 06/02/2026, saya mentranfer uang ke rekening KDA sebanyak Rp70 juta.

Namun sungguh mengagetkan tgl 10/03/2026 sdr SPS alias mama A ada menghubungi saya melalui WA dan bertanya pada saya terkait pembelian arisan, dan dia ( SPS) tidak pernah menerima uang penjualan arisan dari uang yang dikirim melalui rekening bandar arisan inisial KDA. Ternyata KDA ini tidak menyampaikan uangnya itu ke SPS dan KDA sulit dihubungi dan diduga telah meninggalkan tempatnya di Muara Teweh. Selanjutnya, saya cari dan saya tanya ke SPS alias mama A kamu jual arisan sama KDA itu saya yang beli terus, SPS alias mama A menjawab saya tidak pernah menerima penjualan arisan yang ditransfer melalui KDA, ujar SPS.

Dan lalu saya bilang ke SPS, kok kamu bisa tidak menerima uangnya itu sedangkan itu pesan suara kamu. Terus dia bilang, benar saya mau jual dan benar itu arisan saya dan pesan suara saya. Cuma waktu saya tanyakan ke bandar (KDA), katanya saya tidak jadi beli arisan yang ditawarkan karena saya katanya tidak menjawab teleponnya.

“Selanjutnya, dikirim mama A bukti screenshot dia ke KDA ini. Memang benar-benar tidak menerima uang tersebut dan mama A ini siap menjadi saksi untuk pemeriksaan polisi nanti. Saya maunya pelaku ini segera ditangkap karena saya tidak ada mediasi lagi, dan saya maunya kasus ini lanjut dan saya tidak mau di pertemukan sama pelaku,” Ucap AP kecewa. (ca)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *