PADANG PANJANG, RELASIPUBLIK.COM – Pemerintah Kota Padang Panjang mematangkan strategi penanggulangan bencana melalui penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi yang diharapkan menjadi pedoman terpadu bagi seluruh pemangku kepentingan.
Penyusunan dokumen diawali dengan workshop selama tiga hari yang melibatkan organisasi perangkat daerah, aparat keamanan, instansi vertikal, serta berbagai lembaga terkait.
Wali Kota Hendri Arnis menyampaikan bahwa kesiapsiagaan merupakan investasi penting dalam melindungi masyarakat dari risiko bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Ia mengatakan dokumen kontingensi harus mampu menjawab berbagai kebutuhan di lapangan, mulai dari koordinasi, distribusi bantuan, hingga penanganan masyarakat terdampak.
Melalui forum tersebut, seluruh peserta menyamakan persepsi mengenai metode penyusunan dokumen sekaligus menyusun skenario ancaman yang menjadi prioritas di Kota Padang Panjang.
Hendri berharap setiap instansi memahami fungsi dan tanggung jawab masing-masing sehingga proses penanganan darurat dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan responsif.
Workshop juga menghadirkan pakar kebencanaan Revanche Jefrizal yang membagikan pengalaman mengenai praktik terbaik dalam penyusunan dokumen kontingensi.
Berbagai masukan dari peserta akan menjadi bahan penyempurnaan dokumen agar sesuai dengan kondisi geografis serta karakteristik ancaman di daerah.
Melalui penyusunan rencana kontingensi yang matang, Pemerintah Kota Padang Panjang menargetkan peningkatan kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana secara lebih profesional.(gito)













